Wanita Cantik Ini Serukan Pilkada Damai di Bulukumba

Online24jam, Bulukumba, – PILKADA serentak kurang 3 hari lagi, termasuk di Kab.Bulukumba. Syahruni Ariyanti ketua FORHATI bulukumba ikut komentar mengenai Pilkada Kab.Bulukumba yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 Desember mendatang.

Syahruni mengungkapkan bahwa moment PILKADA adalah moment 5 Tahunan, kita akan menentukan pemimpin secara kolektif dengan keputusan suara terbanyak. Olehnya itu memilih pemimpin mesti benar-benar karena analisis dimana Program adalah alatnya, agar yang kita pilih benar-benar adalah pasangan calon yang terbaik untuk Kab.Bulukumba.

Lanjut Syahruni, Empat Paslon di Bulukumba adalah putra putri terbaik di bulukumba, namun siapa yang paling terbaik itu adalah subjektifitas kita sebagai pemilih, maka pilihlah yang terbaik diantara mereka karena yang kita menganggap programnya adalah yang terbaik untuk masa depan Bulukumba. Bagi saya, ungkap syahruni kualitas pemimpin sangat ditentukan oleh kualitas masyarakat yang memilihnya.

Syahruni juga menekankan bahwa PILKADA sebagai pesta demokrasi harus disambut dengan suka cita, sebagai pesta kita semua harus menjadikan pilkada sebagai momentum persatuan dalam perbedaan. Tetap jaga soliditas antar warga, kita tidak boleh terpecah karena berbeda pilihan. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang toleran, termasuk menolerir pilihan orang lain, dengan begitu kita akan dalam nuansa Pilkada yang damai. “Paslon juga jangan mencederai demokrasi dengan politik uang” pungkasnya.

Tujuan politik adalah memanusiakan manusia, karena politik sejatinya adalah suatu proses dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Perjuangan itulah yang harus kita wujudkan secara bersama-sama. Masalah bulukumba yang belum tuntas selama ini mesti memiliki potensi yang luar biasa adalah salah satu hal yang harus diperjuangkan oleh mereka yang akan memimpin bulukumba kedepan. Parawisata misalnya, kita punya potensi yang luar biasa. harus melibatkan Masyarakat secara aktif agar memperoleh manfaat lebih besar, masalah pertanian termasuk urusan perempuan.