Karena Diterlantarkan, Jenasah yang Diduga Covid Dimakamkan oleh Keluarga Sendiri

Jenasah yang diduga Covid dimakamkan oleh keluarga sendiri.
dprd-makassar

Online24jam, Palopo, – Warga Kota Palopo dihebohkan oleh informasi pemakaman Jenasah yang diduga Covid. Ironisnya, pemakaman itu justru dilakukan oleh keluarga pasien sendiri dengan alasan tidak ada petugas Satuan Covid yang tangani.

Informasi yang kami peroleh disebutkan, Kakek bernama Ely pattidju (80 thn), menjalani perawatan selama 10 hari di RS Rampoang (RS Sawerigading) Kota Palopo. Namun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, kamis (7-1-2021), malam. Namun tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya pasien Covid.

“kami butuh keadilan dan kejelasan atas kasus meninggalnya kakek kami semalam di RS Sawerigading Kota Palopo. Kami terpaksa bawa sendiri jenasahnya ke pemakaman rujukan covid 19. Sesuai SOP. Karena tidak ada petugas satgas covid satu pun yang tangani.” Ujar Dennis Bulewan.

“Anggota Dewan saja tidak mau angkat telepon aspirasi kami. Kami adalah korban pertama kasian jangan sampai orang lain alami lagi. Pemakaman kami lakukan sendiri bersama sepupuku semua pake APD karena sekali lagi tidak ada satgas covid.” Keluh Dennis sebagai cucu pasien.

Menurutnya pihak RS Sawerigading Palopo juga cuma mengatakan bukan wewenangnya lagi jika sudah berurusan pemakaman. Dan yang disayangkan, hasil pemeriksaan si pasien baru dikirim ke Makassar setelah pasien meninggal.

“Data kakek kami baru dikirim ke Makassar untuk diperiksa satu jam setelah dinyatakan meninggal. padahal sudah 10 hari di Rumah Sakit.” ujarnya,

Akibatnya warga yang beralamat di jln Batara no 76. Hingga kini sangat berharap ada hasil swab dari Makassar.

Padahal menurut Dennis keluarga mereka sangat taat pada aturan protokol kesehatan. Sehingga mereka rela menjalankan sesuai Standar Covid. Sayangnya ketika pasien hendak di kuburkan justru tidak ada petugas Covid yang tangani.

” kami keluarga yang taat pada aturan dan mengerti tentang protokol kesehatan maka kami harus ambil inisiatif sendiri. kami menguburkan kakek kami sendiri tanpa pendampingan dari satuan gugus covid kodiv Palopo. Dan kami tetap kubur di pemakaman khusus Covid di Palopo. Tapi kami mohon beri kami juga kepastian hasil Swab kakek kami. Cukup kami yang sudah alami. Jangan sampai orang lain mengalami hal yang sama.” pungkasnya.