Peninggalan Cagar Budaya Perlu Dipertahankan, Ini Pesan Wahab

Online24jam, Makassar, – Sejarah tinggallah sejarah, pun demikian dengan peninggalan sejarah seperti cagar budaya yang ada di Kota Makassar ini. sebagian peninggalan bersejarah di Makassar bahkan sudah terkikis oleh peradaban dan beralih fungsi.

Kondisi ini mengundang keprihatinan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan berencana akan menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) baru tentang Penetapan Kota Tua guna melindungi aset sejarah Makassar tersebut.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul. Wahab, mengatakan,” Substansinya kami ingin menyelamatkan benda-benda cagar kita. Lewat penetapan kota tua itu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya Ranperda tersebut, semua aktifitas pembangunan dengan sendirinya akan terbatasi, karena hanya akan merusak peninggalan bersejarah.

“Ini kan sudah hampir habis, yang tersisa hanya Balai Kota, Katedral, Rotterdam itu saja yang tersisa,” ungkapnya.

Ia mengatakan gedung tua dan cagar budaya merupakan aset yang harus dijaga sehingga perlu dimuat dudukan hukumnya.

“Cukup banyak aset sejarah yang dirusak sehingga sangat minim terlihat saat ini,” tuturnya.

“Penetapan kota tua ini dalam rangka menyelamatkan cagar budaya kita, kita lihat gedung-gedung tua ini, tidak terlindungi, orang-orang bebas mau bangun ini itu, dia gusur gedung-gedung padahal ini aset sejarah,” sambungnya kemudian.

Rencananya wilayah tersebut mencakup sebagian besar Barat Kota, untuk versi Gedung Belanda mencakup pusat kota menuju Barat hingga Kecamatan Mariso. Sementara Batas Utara mencakup Jalan Sulawesi Kelurahan Pattunuang dan Selatan Mencapai Mattoanging.

Semetara versi Gowa-Tallo mencakup wilayah yang lebih luas yaitu dari Sungai Tallo hingga Je’ne Berang.

Wahab mengatakan esensi dari penetapan tersebut agar bangunan-bangunan tua dan kawasan sejarah dapat terlindungi. Masyarakat yang ingin membangun dalam kawasan tersebut setidaknya akan dikenakan izin khusus untuk membatasi pembangunan.

Kondisi tersebut, kata Wahab cukup miris. Padahal keberadaan mereka sangat penting sebagai pembelajaran untuk generasi selanjutnya.