Jorok, Tumpukan Sampah di Jalan Poros Karingao Desa Tenrigangkae Meluber ke Badan Jalan

dprd-makassar

Online24, Maros – Penampakan tumpukan sampah rumahan kembali menghiasi Jalan Poros Kariango tepatnya di Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, pada jumat pagi (12/02/20).

Limbah sampah rumahan tersebut menumpuk di tepi jalan perbatasan antara Desa Tenrigangkae dan Desa bontomatene, diduga hadirnya sampah – sampah ini merupakan sumbangan dari warga yang tidak bertanggung jawab.

Tumpukan limbah sampah ini pun membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah pasalnya sampah ini mengeluarkan bau tak sedap dan merusak pemandangan, belum lagi jika ada hewan yang menarik limbah sampah ini ke badan jalan jelas sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Selain menumpuk dibibir jalan, sampah juga terlihat mencemari jembatan dan sungai yang berada di dekatnya, bahkan air sungai yang dulunya jernih saat ini sudah berubah warna dan berbau.

Salah seorang pengendara Firdaus mengatakan Tumpukan sampah tersebut sudah lama menghiasi jalan perbatasan antar desa bahkan setiap hari jumlahnya semakin banyak.

” Sudah berbulan – bulan ini pak sampahnya menumpuk, banyak juga dibawah jembatan dan mencemari sungai, kita ini merasa resah karena tidak ada yang angkut, baunya juga luar biasa menusuk hidung bahkan pernah ada orang hampir jatuh gegara sampah digeser anjing ke tengah jalan”. Keluh Firdaus.

Lanjut ia menambahkan harusnya tumpukan sampah ini diangkut oleh Truk pengangkut sampah milik Pemerintah setempat, dikarenakan hampir tiap saat kendaraan truk sampah lalu lalang di jalan ini.

” Harusnya ini Truk sampah yang tiap hari lewat bisa mengangkut sampah sampah ini dengan adanya kordinasi antara Pemerintah Desa dan Dinas Kebersihan, karena lokasi Tempat pembuangan akhir (TPA) hanya berjarak 1 kilo dari lokasi sampah ini menumpuk”.

Ia pun berharap agar Pemerintah Setempat bisa lebih tegas dalam mengatasi persoalan lingkungan ini.

” Harusnya Pemerintah setempat khususnya Pemerintah Desa bisa tegas dalam persoalan sampah yang meresahkan ini”.

Sementara itu Kepala Desa Tenrigangkae, Wahyu Febri yang dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan sudah berulang kali melarang warga untuk membuang sampah dengan memasang papan bicara, namun spanduk yang dipasang malah dirusak oleh oknum.

” Iye kami sudah melarang dengan memasang papan bicara berulang kali, bahkan kemarin kami pasang spanduk keesokan harinya ada lagi oknum yang buka papan himbauan yang kami buat “. Jelas Wahyu Febri.

Rencananya Sabtu esok (13/02) Pemerintah Desa Tenrigangkae akan menggelar kerja bakti untuk membersihkan seluruh tumpukan sampah rumahan yang seringkali meresahkan tersebut.

” rencana besok kami akan kerja bakti lagi pembersihan,ini sampah dari perumahan milik desa tetangga dan warga yang lewat, kami kadang mengejar tapi masuk perumahan dan hilang jejak, kadang ada oknum anggota juga yang ikut membuang sampah” Terang Kepala Desa Tenrigangkae Wahyu Febri.

Diketahui Pemerintah Desa Tenrigangkae rencananya akan membuat kawasan kuliner ditemoat ini agar kedepannya tak dijadikan lagi tempat pembungan sampah ilegal oleh oknum warga.

” kami rencanakan akan membuat tempat kuliner agar tidak jadi tempat pembuangan sampah lahi,tapi tahun ini angnggaran kami terpangkas coviddan habis lagi makanya batal, kami juga sudah lelah menjaga dan menghimbau sampai kadang harus ribut dengan orang “. Tutup Wahyu.

(Achmad)

Pemkot Makassar