35.732 Lansia Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19 di Luwu Utara

dprd-makassar

Online24, Luwu Utara – Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 tahap kedua akan segera dilakukan. Pada tahap kedua ini, vaksinasi Covid-19, khusus di Kabupaten Luwu Utara akan menyasar 35.732 masyarakat lanjut usia (lansia) dengan usia di atas 60 tahun. Golongan masyarakat lansia menjadi salah satu kelompok prioritas pada program vaksinasi tahap kedua, selain para pelayan publik seperti ASN, TNI, Polri dan insan pers alias wartawan.

“Sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia sangat besar untuk Luwu utara, yaitu 35.732 orang. Untuk itu, kami berharap semua pihak, utamanya para tenaga kesehatan untuk bisa ikut mengambil peran dalam menjangkau seluruh sasaran kita ini. Mobilitas para nakes ini sangat kita butuhkan. Apalagi mereka sudah melalui vaksinasi,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Selasa (23/2/2021), di Masamba.

Selain itu yang tak kalah pentingnya, kata dia, adalah koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, mutlak harus dilakukan, utamanya terhadap seluruh kelompok sasaran. “Kita berharap, sasaran ini sesuai dengan jumlah logistik dari Kemenkes yang akan kita terima nantinya,” harap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan ini.

Sementara itu dilansir dari CNBC Indonesia, Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menyebutkan, kelompok lansia menjadi prioritas pada vaksinasi tahap kedua karena risiko kematian dan kesakitan akibat COVID-19 pada golongan ini meningkat 20-30%. “Kelompok lansia menjadi salah satu prioritas bersama dengan petugas pelayanan publik di tahap kedua ini,” kata Nadia, dikutip CNBC Indonesia dalam Dialog Publik Vaksinasi Tahap Kedua: Cinta untuk Lansia” Senin (22/2/2021) kemarin.

Nadia menjelaskan prasyarat bagi lansia untuk bisa divaksinasi pada waktunya nanti, yakni lansia yang selama ini memiliki penyakit kronik seperti sakit jantung, kelainan darah, dan penyakit ginjal, diharapkan untuk kontrol dulu ke dokter. “Pastikan dokter memberikan keterangan layak vaksinasi. Kedua, lansia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti asma, hipertensi, dan gula darah, sebaiknya diobati terlebih dulu. Ketika sudah terkontrol dengan baik, baru bisa divaksinasi,” jelas Nadia seperti dikutip CNBC Indonesia.

Masih melansir CNBC Indonesia, Juru Bicara Vaksinasi PT. Bio Farma, Bambang Heriyanto, menyebutkan bahwa BPOM telah menerbitkan surat izin penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac bagi lansia. “Vaksin ini sudah melewati kajian ilmiah. Hasilnya terbukti baik, sehingga BPOM memberi izin penggunaan darurat, termasuk kepada lansia. Jadi, masyarakat jangan khawatir. Ini aman digunakan lansia,” tegas Bambang Heriyanto.