Penertiban PK5 di Makassar Rusak Tenda Pedagang, Warga: Jangan Tebang Pilih!

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Penertiban Pedagang kaki lima (PK5) di sepanjang jalan Gunung Bulusaraung kelurahan Gaddong Kecamatan Bontoala kota Makassar menuai sorotan. Pasalnya penertiban yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan Bontoala Senin (15/3/2021) pagi, menyebabkan kerusakan sejumlah barang milik pedagang.

Salah seorang pedagang Sop kepala ikan mengakui mengalami kerugian berupa kerusakan tenda dan kehilangan bangku karena disita oleh aparat kecamatan.

“Saya tidak ada di tempat saat kejadian. Nanti setelah penertiban saya lihat bangku sudah tidak ada. Tenda juga sudah hilang, yang tinggal sisa potongannya. Sepertinya digunting.” ungkap Nida pedagang sop kepala ikan.

Sorotan juga datang dari ketua OKK MPW Pemuda Pancasila Sulsel Zulkifli Thahir, ia menyayangkan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh aparat pemerintah kecamatan Bontoala. Apalagi kata dia di masa pandemi Covid 19 melanda, masyarakat sedang berusaha menciptakan peluang usaha dari keterpurukan ekonomi.

“Ya cukup disayangkan aksi arogan oknum aparat yang terkesan semena mena terhadap kalangan masyarakat bawah, apalagi sampai merusak properti pedagang. Itukan dibeli pakai uang.” ucap Bang Culeq sapaan Akrabnya.

“Kalau memang mau menertibkan ya sekalian tertibkan semuanya, jangan terkesan tebang pilih.” lantang Ketua IWO Sulsel ini.

Culeq menyarankan Pemerintah agar berhati hati dalam mengambil tidakan mengingat kondisi pandemi Covid19 yang masih melanda saat ini.

“Kalaupun dianggap melanggar aturan setidaknya pihak pemerintah memberikan solusi bukan malah langsung menggusur dengan menggunakan cara kasar.” tandasnya.

Terpisah, Lurah Gaddong Andi Asdhar, dikonfirmasi di kantornya, menerangkan bahwa penertiban yang dilakukan di wilayahnya pagi tadi dilakukan atas instruksi atasan (Camat Bontoala).

“Penertiban ini sesuai instruksi pimpinan bahwa di area ruas jalan raya Bulusaraung, mulai dari batas kel Pattunuang sampai lampu merah Mesjid raya. Ada beberapa PK5 yang menggunakan bahu jalan. Sehingga pimpinan menilai hal ini merusak estetika kota.” kata Asdhar

“Ada memang beberapa PK5 yang tidak mengindahkan. Sehingga kita menertibkan dan penyitaan barang dengan maksud diberikan efek jera.” ujarnya.

Adapun kerusakan materi (tenda pedagang) saat penertiban, Asdhar membenarkan hal tersebut, alasannya karena kekurangan alat kerja saat penertiban.

“Memang tadi kami sampaikan supaya jangan dirusak, tapi kebetulan tadi juga kami tidak ada persiapan alat Palu untuk membuka kawat dan pakunya, sehingga mereka (petugas satpol) gunakan gunting. Kalau memang yang bersangkutan merasa keberatan dan dianggap dirugikan bisa melakukan langkah langkah yang dianggap perlu.” tukasnya.

Asdhar menambahkan ruas jalan Gunung Bulusaraung menjadi fokus pimpinan karena merupakan jalan protokol yang biasa dilewati oleh pejabat penting seperti Wali kota Gubernur, Pangdam bahkan pejabat pusat ketika berkunjung ke kota Makassar. “Jadi kalau kelihatan kotor kita juga ditegur oleh pimpinan.” pungkasnya.

Sementara Camat Bontoala Syamsul Bahri, dikonfirmasi via telepon menanggapi singkat bahwa pihaknya memang sedang fokus melakukan pembenahan terhadap PK5 di jalan jalan protokol.

“Maaf sebentar saya bahas, karena saya tidak ada tadi. Saya lagi sakit. Insya allah kami melakukan pembenahan bersama sama itu intinya. Kita lagi merapikan adapun ada kelemahan kelemahannya kita akan perbaiki.” singkat Syamsul Bahri dari ujung telepon.