Rilis Film KPK End Game, Watchdoc Diteror Hingga Akun Resmi di Instagram Diretas

Film dokumenter Watchdoc Documentary berjudul The Endgame atau biasa dikenal sebagai KPK Endgame terkait polemik TWK KPK jadi sasaran teror. /Twitter.com/@mazzini_gsp
dprd-makassar

Online24, Jakarta – Akun Instagram Watchdoc Documentary dibajak pada Minggu (6/6/21)  setelah merilis informasi seputar penayangan film The End Game. Diketahui, film tersebut memang telah dinantikan banyak pihak karena dinilai membongkar kebobrokan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era kepemimpinan Firli Bahuri.

Pengakuan mengejutkan muncul dari Watchdoc Documentary. Rumah produksi itu diteror saat tengah menayangkan KPK The Endgame yang terkait polemik TWK. Tak hanya itu, akun Instagram milik Watchdoc Documentary juga turut diretas dan bahkan informasi terkait film KPK The Endgame pun menjadi sasaran.

“Panitia nobar di Pontianak diretas dan diteror. Akun IG Watchdoc dirusak. Bahkan info film @KPK_EndGame2021 jadi sasaran. Tapi layar sudah terbentang,” ujar sutradara The Endgame Dandhy Laksono, dikutip dari cuitan akun Twitter @Dandhy_Laksono yang diunggah pada 6 Juni 2021.

dikutip dari cuitan akun Twitter @Dandhy_Laksono yang diunggah pada 6 Juni 2021.

Film “The End Game”, film terbaru garapan Watchdoc Documentary diputar serentak pada 70 titik di Indonesia pada Sabtu (5/6/21) malam. Beberapa pihak dan organisasi juga menggelar acara nobar film dokumenter tersebut.

Pada film berdurasi 2 jam ini, diungkapkan kesaksian belasan pegawai dari 75 pegawai KPK yang dianggap gagal melampui tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan status kepegawaian menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN).

Dalam film tersebut, pegawai KPK yang dibebas tugaskan memberikan kesaksian bahwa TWK dinilai diskriminatif dan tidak masuk akal.

Berdasarkan keterangan mereka, tes tersebut justru tak ada hubungannya dengan kompetensi mereka sebagai orang yang menangani kasus korupsi. Hal ini, yang mengakibat tes itu akhirnya kontroversial.

Beberapa pertanyaan saat tes berupa seperti lebih memilih Pancasila atau Al-Qur’an?, Mau tidak untuk melepas kerudung? Kalau pacaran ngapain aja? Kenapa belum menikah?, dan justru tidak ada pertanyaan terkait job desk mereka di KPK.

Penonaktifan belasan pegawai KPK tersebut juga berdampak pada terhentinya beberapa kasus korupsi besar yang tengah ditangani.

Diantaranya kasus Korupsi dana bansos, Kasus Korupsi Simulator Sim, Korupsi benih lobster yang melibatkan menteri Edhy Prabowo, hingga kasus Harun Masiku. Buntutnya hal ini dapat melemahkan KPK. (*)

Pemkot Makassar