Ajak Pemuda Berpolitik Dini, Legislator PPP Rachmat Taqwa Quraish : Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Kebijakan

Anggota DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraish atau biasa disapa RTQ menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2019, di Hotel Travelers, Senin (13/9/21).
dprd-makassar

Online24, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraish atau biasa disapa RTQ menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2019, di Hotel Travelers, Senin (13/9/21).

Pada kesempatan itu, anak muda merupakan penentu masa depan bangsa. Terlebih, Indonesia tahun 2045 mendatang mendapat bonus demografi yakni memiliki banyak anak muda. “Saya minta kepada para pemuda ayo mulai berpolitik sejak dini. Karena dengan berpolitik kita bisa terlibat sebagai penentu kebijakan,” ujar RTQ.

Tak hanya itu, Politis PPP ini meminta para pemuda untuk kreatif dan melatih kemampuan dalam mengembangkan diri. Atas dasar itu, Perda tentang Kepemudaan digagas dan menjadi payung hukum bagi pemuda. “Anak muda khususnya di Kota Makassar tidak lagi bersifat mau tidak mau tapi harus menjadi garda terdepan,” ungkapnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Nurul Faidah Anwar mengatakan, pemuda itu sifatnya dinamis artinya selalu ingin bergerak. Sehingga, dirinya berharap aktivitas itu bisa bermanfaat untuk dirinya dan pemerintah. “Tapi memang pemuda itu biasanya tidak stabil. Tapi mereka itu ambisius namun harus didukung dengan visi misi agar bisa bermanfaat bagi lingkungannya,” jelas Nurul.

Selain itu, kata Nurul—sapaan akrabnya, Perda tentang Kepemudaan ini hadir memberikan garansi untuk pemuda di Makassar. Ada perbedaan mendasar peran pemuda setelah DPRD menghadirkan regulasi ini. “Dulu kegiatan kepemudaan sifatnya pilihan, artinya dinomor duakan. Setelah ada Perda, semua hak pemuda itu wajib diselenggarakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih jauh kata dia, Perda ini memberikan dan peran pemuda dalam berkarya. Pasalnya, konten regulasi ini lebih kepada memberikan pembinaan dan pemberdayaan yang tentu diikuti penganggaran. “Tapi itu kita akui belum maksimal diberikan pemerintah. Meski begitu, banyak memberikan panggung dengan gerakan berwirausaha untuk pemuda,” katanya. (*)

Pemkot Makassar