Pesan Andi Fadli Kepada Peserta, Kegiatan Tudang Sipulung Wijanna Lapatau Raja Bone Ke-XVI

dprd-makassar

Online24, Makassar – Lapatau adalah simbol, seperti itulah yang dikatakan oleh Andi Fashar Padjalangi kepada sebagian wija keturunan di sebuah Cafe Bilang, Jalan Hertasning, Makassar. Simbol sebagai Mangkau (Raja) Bone XVI, Puatta Lapatau Matanna Tikka. Simbol pemersatu, karena dari Puatta Lapatau wija tersebar hingga ke pelosok negeri bahkan sampai di luar negeri.

Menurut Koordinator Humas dan Publikasi, hingga saat ini panitia masih merampungkan teknis kegiatan seperti distribusi atribut dan registrasi peserta melalui online.

”Kita hanya punya waktu 25 hari mempersiapkan kegiatan yang baru pertama kali kami laksanakan,” ujar Fadli Andi Yusuf kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Selanjutnya perlu mendapat perhatian, bahwa peserta diharapkan tetap memakai baju batik yang telah disepakati. Peserta tetap memakai baju batik ( belum pernah ada himbauan pakaian adat dll).

”Rangkaian teknis acara masih di godok secara bersama, namun secara umum di sampaikan, pembukaan siang hingga sore, dan akan di lanjutkan dengan seni tari2 an tradisional, pameran benda pusaka dll,” ungkap Dosen Komunikasi ini.

Acara Tudang Sipulung berlangsung pada hari pertama sore hingga malam hari (perwakilan peserta/ kabupaten/ provinsi).

”Teknis acara dikendalikan SC. Tempat antara Tribun Lapangan atau Gedung PKK kabupaten Bone (teknis),” ungkap mantan Jurnalis Trans TV ini.

Mantan dewan pertimbangan mahasiswa Bone ini juga menambahkan hingga kini sudah 300 lebih yang mendaftar dan menyatakan kesediaan.

”Sejumlah pejabat yang juga wija memastikan datang seperti Anggota DPR RI, Andi Muawiyah Ramli, Andi irwan aras, Bupati Pinrang, Bupati Maros, serta 50-an rombongan, dan sejumlah pejabat dan kepala daerah di Kalimantan dan Sulbar,” kunci lelaki yang juga mantan Komisioner dan Ketua IJTI ini.

Pemkot Makassar