Melalui Sinergi dan Kerjasama dengan Berbagai Lembaga, Bank Indonesia Mendorong Transformasi Transaksi Pendapatan Daerah dengan Digitalisasi Ekonomi

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Bank Indonesia berupaya mendorong pemulihan kinerja ekonomi melalui digitalisasi dan pengembangan UMKM di Sulsel. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pengembangan komoditas yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Dukungan terhadap pelaku UMKM diberikan antara lain melalui kegiatan digitalisasi, onboarding, hingga fasilitasi promosi.

Melalui konfrensi Pers yang digelar di ruang Free Function Landak Hotel Claro Makassar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana mengatakan, “Mengingat peran penting UMKM dalam mendorong pemulihan kinerja ekonomi Sulsel, kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) juga dirangkaikan dengan Anging Mammiri Business Fair (AMBF).” Rabu (24-11-2021).

Kegiatan AMBF dengan tema “Mengantar UMKM Sulsel Go Global” ini diisi dengan mini expo, business forum, sharing session, serta business matching export yang dapat dimanfaatkan para pelaku UKM untuk dapat meningkatkan kapasitas dan membuka pasar yang lebih luas.

“Hal ini sangat penting, apalagi mengingat peran strategis sektor UKM hal penyerapan tenaga kerja. Sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia atas sinergi dan dukungan berbagai pihak.” Ujarnya.

Kegiatan PTBI juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dan perbankan. Cash and Payment System Appreciation atau CHAPTER 2021 yang merupakan bentuk apresiasi Bank Indonesia kepada para pihak yang telah bersinergi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi Sulsel.

“Terdapat beberapa kategori dalam CHAPTER 2021 ini, yakni Apresiasi PJSP dalam Rangka QRIS, Apresiasi Perbankan dalam Rangka Pengelolaan Uang Rupiah, dan Apresiasi Kas Titipan.” Terang Ci Sapaan akrabnya.

Dikatakan, Sinergi dan optimisme sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan utama, diantaranya: Scaring effect pandemi yang menyebabkan pemulihan berjalan lebih lama; Krisis Energi dan pemanasan global yang menuntut minimalisasi emisi karbon. Pengenaan pajak karbon berpotensi meningkatkan harga jual produk dan menurunkan daya saing produk pada skala global; Penggunaan tekonologi digital yang semakin masif; dan ancaman penurunan daya saing komoditas potensial daerah.

“Berbagai langkah sinergi, penguatan, dan inovasi perlu dilakukan untuk terus mendorong kinerja pemulihan ekonomi Sulsel. Penerapan digitalisasi juga perlu dilakukan pada semua aspek usaha untuk menjawab tantangan ekonomi global. Pada akhirnya, sinergi dan inovasi ini diiharapkan bisa menciptakan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan mewujudkan Sulsel yang semakin maju dan sejahtera.” Pungkasnya.

Pemkot Makassar