Bupati Maros Wajibkan ASN dan Tenaga Kontrak Bawa 5 Warga Belum Divaksin

dprd-makassar

Online24,MAROS – Demi Meningkatkan angka vaksinasi yang masih rendah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berencana membuat regulasi kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan non ASN agar bisa membawa masyrakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Saat menggelar Rapat Percepatan Vaksinasi bersama Para Camat dan Kepala desa tingkat Kabupaten, Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan setiap ASN wajib membawa 5 orang ke lokasi vaksin.

“Imam dusun dan desa wajib membawa 20 orang ke lokasi vaksin, insyaaalah mulai senin, saat ini kita sedang mengatur regulasi dan teknisnya,” Terangnya.

Dikatakan Chaidir Syam, Tingkat Vaksinasi di Maros masih terbilang rendah, masih dibawah angka 70 persen jika dibandingkan dengan daerah lain seperti makassar dan Kab. Pangkep.

“ capaian vaksin di Maros masih diangka 66,20 persen itu berdasarkan data Pcare, namun jika berdasarkan data yang ber Ktp Maros sudah mencapai 70,26 persen atau sekitar 210.379 orang,” ungkapnya.

Memasuki Awal tahun 2022 ini target Pemerintah Kabupaten Maros, capaian vaksinasi harus 100 persen.

“Target februari 100 persen untuk dosis pertama, kemudian maret 100 persen untuk dosis kedua, kita akan genjot terus, sebab sasaran kita masih ada sekitar 89.017 orang” ucapnya.

Ditambahkan Bupati Maros pihaknya akan memfokuskan vaksinasi untuk lansia lantaran realisasi untuk kelompok tersebut masih rendah.

“Vaksinasi lansia masih sekitar 40 persen, dan akan terus kita genjot ,” imbuhnya.

Terlepas dari rendahnya cangkupan Vaksinasi di Maros, kendala utama yang dihadapi petugas dalam melakukan vaksinasi untuk kaum lansia adalah para lansia tidak sanggup untuk mengantri di gerai vaksin.

“Ada lansia secara fisik tidak sanggup antri, ada juga lansia yang sudah tujuh kali ke lokasi vaksin tapi tekanan darahnya tinggi, namun jika mereka tidak sanggup ke lokasi vaksin maka kami akan melakukan vaksinasi door to door,” ucapnya.

Saat ini kecamatan dengan capaian vaksin terendah adalah kecamatan Turikale dan Mandai.

Pemkot Makassar