UPZ PDAM Serahkan Zakat Sebesar Rp 25.650.000 ke BAZNAS Makassar

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), PDAM Makassar, telah menyerahkan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) ke BAZNAS Kota Makassar.

Direksi PDAM Kota Makassar, H. Arifuddin Hamarung dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya menyerahkan dana bulan Januari sebesar Rp25.650.000, – kepada BAZNAS Makassar diwakili Wakil Ketua I, Ahmad Taslim. Turut hadir, sejumlah jajaran PDAM, termasuk Ketua UPZ PDAM Saleh,S.Ag.

Di sela-sela penyerahan dana ZIS, H.Arifuddin Hamarung mengharapkan, BAZNAS Makassar dapat memanfaatkannya dengan baik dan benar kepada kaum dhuafa yang membutuhkan.

“Kami percaya kepada BAZNAS Makassar untuk menyalurkan dana ZIS dari PDAM Makassar ini dengan baik,” pinta mantan Kadispenda Kota Makassar tersebut, Kamis, 27 Januari 2022.

Menjawab harapan Arifuddin Hamarung, Ahmad Taslim mengaku, dirinya bersama tiga komisioner lainnya yakni, H.Ashar Tamanggong (ketua), H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing masing- masing wakil ketua II dan III, bersama seluruh jajaran BAZNAS Kota makassar segera menyerahkannya kepada kaum dhuafa .

“Percayalah, bahwa BANZAS Makassar tidak main-main dalam persoalan zakat, infaq, dan sedekah. Kami akan langsung menyalurkan kepada kaum dhuafa , sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam delapan asnaf . Dan yakinilah, seluruh dana yang diterima, tidak tertahan lama di BANZAS. Paling tidak, satu pekan, seluruh dana sudah tersalur,” ujar Ahmad Taslim.

Ke delapan asnaf yang dimaksud Ahmad Taslim yaitu, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah, pejuang agama Islam, ibnu sabil, orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil, orang yang menyalurkan zakat.

Di bagian lain, alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini juga mengutip pernyataan Wali kota Makassar soal budaya berzakat. “Jika zakat berjalan sesuai ketentuan, yakinilah akan mendapat perlindungan dari Allah, ekonomi ummat menjadi kuat, dan Insya Allah ummat mempunyai ketahanan dan ketangguhan menghadapi masalah di kemudian hari. Islam yang rahmatan lil alamin.” Terangnya.

Ahmad Taslim juga memuji perhatian besar dari Wali kota Makassar terhadap gerakan zakat. Tidak lain karena, dirinya mengetahui persis keutamaan berzakat. Dalam sejarah peradaban islam misalnya, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan. Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.

Keutamaan tersebut, diakui menjadikan Wali Kota Danny Pumanto berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, diharapkan, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS.

Sementara itu, Ketua Bidang I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, H Arifuddin menambahkan, UPZ PDAM Kota Makassar merupakan salah satu instansi yang selalu menyerahkan dana ZIS. Jumlahnya pun cukup besar.

Diketahui, dana ZIS yang diserahkan PDAM ke BAZNAS Kota Makassar berasal dari seluruh karyawan muslim di perusahaan daerah yang beralamat di Jalan Ratulangi tersebut. Dengan jumlah karyawan lebih 800 orang.

Pemkot Makassar