Ketua IKAUH, Andi Amran Sulaiman Berbagi Kiat dan Strategi Kepeda Pengurus KONI Sulsel

Ketua Ikatan Alumni Unhas, (IKAUH) Dr. Ir. Amran Sulaiman hadir di tengah tengah jajaran pengurus dan insan olahraga di Sulawesi Selatan. Kakak kandung Gubernur Sulsel itu ikut ambil bagian saat jalan sehat bersama jajaran insan olahraga dan Ketua KONI Sulsel yang baru terpilih M. Yasir Mahmud. Jalan Sehat KONI tersebut berlangsung, Minggu pagi (27/3/2022) di Makassar
dprd-makassar

Online24, Makassar – Ketua Ikatan Alumni Unhas, (IKAUH) Dr. Ir. Amran Sulaiman hadir di tengah tengah jajaran pengurus dan insan olahraga di Sulawesi Selatan. Kakak kandung Gubernur Sulsel itu ikut ambil bagian saat jalan sehat bersama jajaran insan olahraga dan Ketua KONI Sulsel yang baru terpilih M. Yasir Mahmud. Jalan Sehat KONI tersebut berlangsung Minggu pagi (27/3/2022) di Makassar, start dari pelataran Hotel Novotel Makassar.

Selain Yasir, beberapa senior KONI Sulsel ikut hadir seperti Chaerul Tallu Rahim, Herman Hading, Devo Khadafi serta Attock Suharto. Turut mendampingi Amran Sulaiman diantaranya Salahuddin Alam dan beberapa rombongan IKA Unhas lainnya.

Seperti diketahui, Yasir Mahmud baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Sulsel. Tokoh muda Sulsel tersebut juga tercatat sebagai Direktur Utama Perseroada Sulawesi Selatan. Sebagai tokoh muda, tentunya harus dibekali pesan pesan dari senior yang lebih dulu mengenyam perjalanan dan perjuangan semasa mudanya. Sehingga tak salah jika Ketua IKA Unhas Andi Amran Sulaeman (AAS) ikut berbagi kiat dan strategi agar pembinaan olahraga di Sulawesi Selatan semakin meningkat di tangan anak anak muda. “Kita harus memulai dari motivasi, itu adalah modal utama”. Pesan Founding Fathers PT Tiran itu yang disaksikan jajaran KONI Sulsel. Kata dia, kalau diibaratkan kita sedang dikejar oleh singa, maka dalam waktu sekejap, bisa melompat bahkan nempel di plafond karena kita merasa terkejar. “Itulah kita jadikan motivasi” jelasnya.

Mentan RI 2014-2019 tak lupa memberi kiat kepada jajaran pengurus Koni dalam menggembleng atlet Sulsel agar dapat berkiprah dan membawa harum nama Sulsel. “Kalau selama ini hanya berlatih 3 jam dalam sehari, maka harus ditingkatkan dua kali lipat” tandasnya.

Setelah usaha tersebut berlangsung maka yang ketiga lanjut Amran yakni perlunya Ikhtiar yang sugguh-sungguh secara kolektif, “Pengurus, Pelatih dan atlet harus punya ikhtiar bersama”. Karena dengan ikhtiar tersebut maka budaya Bugis Makassar yaitu _Mabbulo sipeppa_ akan mudah diterapkan dalam jajaran pengurus KONI. “Kalau kita bersatu dan bersama insya Allah prestasi akan kita raih”. Tutupnya.

Sebelumnya pada PON PON XX Oktober 2021 yang berlangsung di Papua, kontingen Sulawesi Selatan tak masuk 10 besar perolehan medali. Padahal pengurus KONI sebelumnya manargetkan Sulsel akan masuk 10 besar perolehan medali. Namun demikian Sulsel naik satu peringkat dibanding PON 2016 Jawa Barat. Melalui PON Papua Sulsel meraih 37 medali. Dengan rincian 11 medali emas, 13 medali perak, dan 13 medali perunggu.

Pemkot Makassar