Pedagang Takjil di Bandara Andi Djemma Masamba Ramai, Mampu Gerakkan Ekonomi Luwu Utara

Regional17 Views
banner 468x60

Online24, Makassar – Bulan suci Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali bagi umat muslim di Kabupaten Luwu Utara.

Salah satu keberkahan yang dirasakan adalah maraknya pedagang takjil berbuka puasa atau pedagang makanan dan minuman musiman yang dijual mulai pukul 15.00 WITA.

Hal ini dapat dilihat di sepanjang Bandar Udara (Bandara) Andi Djemma Masamba yang lokasinya berada di tengah-tengah kota Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara.

Aktivitas pedagang dadakan skala mikro yang notabene para ibu rumah tangga yang memodali usahanya secara mandiri ini mampu menggerakkan roda ekonomi di Masamba.

Produksi dan pemasaran yang memang menyentuh langsung ke konsumen ini rupanya mampu meraup keuntungan buat pedagang takjil yang hampir mencapai sekira 100 persen.

Salah seorang pedagang yang menjual takjil di seputaran Bandara Andi Djemma Masamba, Yani (38), misalnya. Ia mengaku bersyukur karena jajanan takjilnya acap kali habis terjual.

“Alhamdulillah, setiap hari ada 400 jenis makanan dan minuman yang kami jual, dan selalu habis terjual,” ungkap Yani, saat ditemui, Ahad (2/4/2023), di seputaran Bandara.

Pedagang dadakan ini sangat bersyukur dengan berkah Ramadan yang ia dapatkan. Berbekal meja kecil dan payung pelindung, ia menjual aneka macam makanan dan minuman.

Di meja kecil itu terlihat minuman es, pisang ijo, es buah, kue-kue basah, gorengan, dan aneka kuliner lainnya. “Alhamdulillajh, setiap hari selalu ramai dengan pembeli,” ungkapnya.

Kata dia, dibanding tahun sebelumnya, Ramadan tahun ini pedagang takjil di seputaran Bandara Andi Djemma terlihat lebih ramai dari biasanya. “Tahun ini lebih ramai,” terangnya.

Terkait untung yang ia dapatkan setiap hari selama bulan Ramadan, dengan modal Rp200.000 saja, ia mengaku dapat meraup keuntungan sekira Rp300.000 – Rp400.000” per hari.

Bahkan, kata dia, dengan omzet demikian, keuntungan lebih besar dapat ia terima di hari kerja, Senin – Jumat. “Kalau di hari kerja, bisa lebih banyak. Bahkan pukul 14.00 sudah mulai banyak pembeli dari kalangan pegawai,” ungkapnya lagi.

Setali tiga uang dengan Iin (31), seorang ibu rumah tangga asal Kapuna. Ia mengaku menjual takjil sekitar 400 jenis dengan modal Rp100.000, dan meraup keuntungan Rp200.000 per hari.

“Alhamdulillah, sebenarnya tak banyak, tetapi kami sudah sangat bersyukur dapat menjual takjil, sehingga sedikit banyak dapat menghidupkan ekonomi keluarga kami,” ucap Iin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *