Kemenparekraf gelar Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bandung

Nasional60 Views
banner 468x60

Online24jam, Bandung, – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Sabtu (21/10/2023) menyelenggarakan Kegiatan Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2023 bertempat di Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan lembaga keuangan perbankan dengan pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui program KUR dan sekaligus mendapatkan informasi tentang tata cara pengajuannya.

Hadir dalam kegiatan Rizki Handayani Deputi Bidang Industri dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana Direktur Akses Pembiayaan, Mugiyanto Ketua Pokja Perbankan dan Pembiayaan Terintegrasi, para perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan, Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Ciwidey, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat dan NGO Strive Indonesia. Peserta dalam kegiatan Coaching Clinic Fasilitasi KUR adalah para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berada di Kab. Bandung dan sekitarnya.

Rizki Handayani, Deputi Bidang Industri dan Investasi mengungkapkan, mengacu data BPS pada tahun 2020 jumlah UMKM sekitar 64 juta atau 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. UMKM telah menyumbang sekitar 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97%. “UMKM sebagai pilar utama perekonomian Indonesia dan menjadi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional”. Ujar Rizki.

Anggara Hayun Anujuprana selaku Direktur Akses Pembiayaan juga menyampaikan bahwa sulitnya memperoleh permodalan dari perbankan karena adanya sejumlah persyaratan yang sulit dipenuhi oleh pelaku usaha, seperti keharusan adanya agunan dan bermacam urusan administratif yang harus disiapkan, serta informasi yang minim tentang prosedur dan skema kredit yang ada. “KUR merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong inklusi keuangan agar akses layanan perbankan dengan bunga murah dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah” ungkap Hayun.

Kegiatan coaching clinic KUR ini juga diharapkan tidak hanya berhenti pada penyelenggaran semata, tetapi dirancang sampai memiliki keberlanjutan, hal ini terlihat pada sesi awal terdapat penyampaian rencana tindak lanjut yang disampaikan para perwakilan instansi dan lembaga yang bergabung dalam kolaborasi program. “Kami berkomitmen untuk bisa bersama sama menindaklanjuti program pendampingan kepada para pelaku usaha, khususnya UMKM pada sektor pariwisata dan ekononomi kreatif di Kab. Bandung agar bisa terus maju, berkembang, dan naik kelas” ungkap Arie Kurnia Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini para peserta diberikan pemaparan materi terkait “Akses Pembiayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” oleh Anggara Hayun Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, kemudian “Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal” oleh Miftah Budiman, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan dan “Literasi dan Edukasi Digitalisasi Pembayaran (QRIS)” oleh Reny, Perwakilan Bank Indonesia.

Disamping penyampaian materi pada sesi pertama, pada sesi kedua juga dilanjutkan dengan kegiatan coaching clinic KUR oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kegiatan Coaching Clinic KUR ini merupakan program kerjasama antara Direktorat Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Poltekpar NHI Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Kanwil Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional Jawa Barat, dan NGO Strive Indonesia.

Dari hasil kegiatan coaching clinic KUR diperoleh hasil berupa sebanyak 17 pelaku usaha berpotensi mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR dengan indikasi total penyaluran modal sebesar Rp 1.005.000.000 (Satu Milyar Lima Juta Rupiah) (Kemenparekraf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *