Federasi Aero Sport Indonesia Kabupaten Luwu Utara Resmi Dikukuhkan

Regional16 Views
banner 468x60

Online24, Makassar – Pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Luwu Utara Periode 2023-2027 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua KONI Kabupaten Luwu Utara, Hamrullah Dhuha Saymar, Minggu (29/10/2023) di Aula Kantor Camat Rongkong.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bersama Pelopor Paralayang Indonesia, Lody Korua, dan Ketua Paralayang Indonesia, Asgaf Umar, hadir langsung menjadi saksi pelantikan pengurus FASI yang diketuai Achyar Sewang tersebut.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang kita lakukan. Hampir sebagian pengurus adalah bagian dari pemda. Untuk itu saya titip dua hal yaitu kesabaran dan konsistensi,” kata Indah.

“Tidak banyak daerah yang dikunjungi sekaligus oleh atlet nasional dan internasional bersama pengurus paralayang Indonesia, maka manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan transfer knowledge/ pengetahuan untuk pengembangan potensi sport tourism ke depan,” sambung isteri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi ini.

Bukan tanpa alasan, Indah mengatakan hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah  daerah hingga tingkat desa untuk menyiapkan SDM dan infrastruktur pendukung termasuk masyarakat karena wisata ini terkait hospitality/ keramah-tamahan, kemudian baru menyiapkan amenitas.

“Saya yakin akselerasi ini bisa kita lakukan dengan komitmen yang kuat dan keinginan untuk mengembangkan daerah khususnya sport tourism yang berujung pada pengembangan ekonomi masyarakat,” tutur bupati yang karib disapa IDP ini.

Sementara itu Ketua KONI Luwu Utara, Hamrullah mengatakan dengan terbentuknya FASI, pihaknya siap melaksanakan event nasional hingga internasional.

“FASI ini menjadi cikal bakal dan siap berkolaborasi untuk olahraga pariwisata/ sport tourism. Dan atas arahan ibu bupati kami siap untuk melaksanakan event skala nasional maupun internasional,” jelas Hamrullah.

Hal itupun diamini Ketua Paralayang Indonesia, Asgaf Umar. Ia mengatakan dalam organisasi harus diawali dengan kesamaan frekuensi berpikir.

“Kesamaan frekuensi berpikir ini yang harus dibangun. Jadi kita harapkan ada SDM yang bisa mengembangkan melalui proses pendidikan, karena paralayang masuk dalam jajaran olahraga ekstrem. Untuk event hingga skala internasional saya rasa bukan hal yang tidak mungkin dengan komitmen yang terbangun,” ucap Asgaf. (Rn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *