Duh Karpet Baru Kantor Bupati Maros Berlogo Kabupaten, Budayawan Sebut Tidak Etis

Nasional, News79 Views
banner 468x60

Online24,Maros – Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan dan Pertahanan (PUTRPP) Maros saat ini tengah melakukan rehabilitasi Kantor Bupati Maros.

Sejumlah area pun dibenahi, seperti kanopi dua sisi depan, pemberian akses disabilitas di Baruga A dan B, lantai dua depan Kantor Sekda hingga ruang pola.

Di ruang pola, dilakukan penggantian plafon dan juga karpet, namun ada yang unik dalam proses penggantian karpet ini.

Karpet yang sebelumnya yang cenderung polos kini terganti dengan karpet berwarna biru dengan logo pemda Maros di depan panggung.

Logo Pemkab Maros tak seharusnya berada di karpet karena berpotensi akan terinjak apabila ada kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUTRPP Maros, Moetazim Mansyur menyebutkan pembuatan karpet, pihaknya telah berdiskusi terlebih dahulu dengan bagian protokol.

‘”kemarin saya sudah koordinasi dengan bagian protokol, namun tidak ada permasalahan,” katanya.

Ia pun menjamin, logo tersebut tak akan terinjak ketika ada kegiatan.

“Nanti kalau ada acara kan ada pengaturan kursinya, tidak di atas logo pemda, menurut kami justru ada estetika di dalamnya,” tegasnya.

Meotazim menambahkan pembuatan karpet ini menelan anggaran Rp 600 juta.

Karpet ini dinilai memiliki kualitas yang terbaik.

“Anggarannya Rp600 juta khusus karpet, panjang 18 meter, dengan lebar 22 meter,” tutupnya.

Sementara itu Lory Hendra Jaya selaku budayawan asal Maros meminta agar Pemerintah khususnya Dinas PU melakukan evaluasi.

“Saya sebagai budayawan ini ndak benar ini, sebaiknya dievaluasi, ini sama dengan menginjak-injak logo kabupaten kita,”terangnya.

Lory mengaku logo tersebut dibuat mengandung banyak makna,harapan,falsafah dan cita-cita.

“Kasihanlah kita ini kalau logo yang menjadi manifestasi kabupaten hebat ini kita simpan di lantai dan siapapun akan menginjak injaknya, saya minta Pemda untuk meninjau ulang hal ini jangan sampai kita merasa kreatif padahal kita menurunkan nilai daerah kita,”tambahnya.

Diketahui, ruang pola seringkali dijadikan sebagai tempat pelantikan dan juga kegiatan besar lainnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *