Kuliah Umum E-Waste dan Penangnannya di Kota Makassar

Dukcapil Makassar

Online24jam, Makassar, – Sampah elektronik (e-waste) semakin mendapat perhatian sebagai akibat dari pesatnya urbanisasi, ekspansi ekonomi, dan berkembangnya industri elektronik konsumen. Sistem pengelolaan sampah elektronik yang berkelanjutan, efektif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan saat ini sangat dibutuhkan. Sampah elektronik mempunyai potensi besar untuk memulihkan material berharga, namun pengelolaan yang tidak tepat dapat menimbulkan bahaya serta dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan.

Global E-Waste Monitor 2020 yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa akumulasi sampah elektronik mencapai 53,6 juta ton atau 7,3 kilogram per kapita pada tahun 2019. Diperkirakan akan terus meningkat hingga 110 juta ton pada tahun 2050. Indonesia, pada tahun 2021 jumlah timbulan sampah elektronik mencapai 2 juta ton dan Pulau Jawa berkontribusi hingga 56%. Sementara itu, penelitian Save the Children Indonesia tahun 2022 mengenai pengelolaan sampah elektronik di kota Makassar menemukan bahwa rata-rata potensi timbulan sampah elektronik di Makassar mencapai 16,75 kg/HH/tahun sedangkan potensi timbulan seluruh sampah elektronik di Makassar adalah sekitar 5651,2 ton/tahun.

Namun berbicara mengenai E-Waste seperti pengertian, dampak, jenis sampah elektronik, cara penanganan yang aman serta kerangka hukumnya masih belum banyak diketahui oleh berbagai pihak. Padahal, hal ini penting sebagai pengetahuan dan praktik yang baik bagi berbagai pihak. Sektor pendidikan, terutama Departemen Teknik Lingkungan merupakan bidang yang paling tepat untuk meriset, mengembangkan inovasi serta membantu dalam kajian serta edukasi mengenai sampah elektronik ini (E-waste).

Olehnya, sebagai bagian dari edukasi dan penyadartahuan tentang sampah elektronik dan penanganannya di kota Makassar, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan Departemen Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin mengadakan Kuliah Umum pada hari Kamis 22 Februari 2024 pukul 09.00 – 12.00, bertempat di Ruang CSA Lt2 Fakultas Teknik. Kegiatan dibuka oleh Dr.Roslinda Ibrahim,SP.MT. mewakili Departemen Teknik Lingkungan Unhas, selanjutnya Ihwana Mustafa selaku Program Manager Save the Children memaparkan mengenai program Circular Geniuses yang telah diluncurkan tahun lalu sebagai bagian dari program perlindungan anak dalam tata kelola sampah elektronik. Pola pikir hijau dan sosialisasi pemilahan sampah elektronik serta edukasi ke sekolah-sekolah merupakan beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Save the Children bersama mitra pembangunan lainnya termasuk Unhas. Sementara itu, Dr. Eng. Irwan Ridwan Rahim, ST.,MT membawakan materi tentang Elektronic Waste (E-Waste) atau Sampah Elektronik, termasuk pengertian, jenis, sumber dan dampaknya serta peluang didalamnya.

Sekitar seratuan mahasiswa-mahasiswi menyimak dan bertanya seputar penanganan sampah elektronik ini yang masih belum begitu familiar dimasyarakat umum. Kedepannya, Save the Children dan Departemen Teknik Lingkungan akan terus melanjutkan kerja sama yang ada lewat berbagai kegiatan bersama seperti workshop, program pengabdian masyarakat dan magang.

Pemkot Makassar