Komitmen Semen Tonasa Perkuat Daya Saing UMKM melalui Budaya K3

Nasional, News175 Views
banner 468x60

Online24,Makassar — PT Semen Tonasa menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional K3 bertajuk “Revitalisasi Peran UMKM melalui Penerapan Standar K3 dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Sulawesi Selatan” yang digelar pada Rabu (21/1/2026) di Pinisi Ballroom Hotel Claro, Makassar.

 

 

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, yang diwakili oleh Manager Plant OHS PT Semen Tonasa, Sjarifuddin Said, hadir sebagai narasumber dan memaparkan peran perusahaan dalam pemberdayaan UMKM melalui penerapan K3 sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

 

Dalam pemaparannya, Sjarifuddin Said menegaskan bahwa penerapan K3 bukan hanya penting bagi industri skala besar, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi UMKM dalam meningkatkan produktivitas, kualitas usaha, serta keberlanjutan bisnis.

 

“Penerapan K3 mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus mendorong UMKM untuk lebih profesional dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Melalui program TJSL, PT Semen Tonasa secara konsisten mendorong UMKM binaan untuk memahami dan menerapkan prinsip K3 dalam aktivitas usaha sehari-hari. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya keselamatan kerja sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.

 

Seminar Nasional K3 ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Dewan K3 Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan budaya K3 di daerah.

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ashabul Kahfi selaku Anggota Komisi IX DPR RI, Jayadi Nas selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, serta Yuli Adiratna, Direktur Bina Sistem Pengawasan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

 

Selain itu, seminar ini turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, perusahaan, asosiasi, serta pelaku UMKM. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan tingginya komitmen dan kepedulian terhadap penerapan standar K3 sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *