BAZNAS Maros Himpun Rp7,5 Miliar Sepanjang 2025, 40 Ribu Lebih Mustahik Terbantu

Nasional, News49 Views
banner 468x60

Online24,Maros— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros mencatat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sepanjang tahun 2025 mencapai Rp7.502.972.534. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp7 miliar.

 

Ketua BAZNAS Maros, Ansar Taufik, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut peningkatan ini menjadi bukti tumbuhnya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

 

“Alhamdulillah, selama 2025 kami berhasil menghimpun Rp7,5 miliar lebih. Dibanding 2024, tahun ini ada sedikit kenaikan,” ujar Ansar Kamis (12/2/2026).

 

Dari total penghimpunan tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp5.459.309.072 melalui lima program utama, yakni kemanusiaan, dakwah dan advokasi, pendidikan, ekonomi, serta kesehatan.

 

Pada program kemanusiaan, BAZNAS Maros menyalurkan bantuan kepada 27.388 mustahik dengan total dana Rp2.131.534.922. Bantuan ini mencakup korban bencana alam, banjir, serta masyarakat dhuafa.

 

Di sektor dakwah dan advokasi, sebanyak 7.336 penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp1.743.472.650. Sementara di bidang pendidikan, sebanyak 5.074 mustahik menerima bantuan beasiswa tingkat SD dan SMP serta bantuan penyelesaian pendidikan dengan total Rp1.278.038.500.

 

Untuk program ekonomi, BAZNAS Maros memberdayakan 96 pelaku UMKM dengan total bantuan Rp213.690.000. Sedangkan di bidang kesehatan, sebanyak 152 mustahik menerima bantuan biaya pengobatan dan rumah sakit dengan total Rp92.573.000.

 

Ansar menjelaskan bantuan kesehatan diberikan kepada warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak memiliki biaya, setelah melalui koordinasi dengan pihak rumah sakit.

 

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat selama 2025 mencapai lebih dari 40 ribu mustahik dari lima program tersebut.

 

Adapun sisa dana sekitar Rp1 miliar lebih akan dialokasikan untuk program penyaluran tahun 2026.

 

Untuk tahun 2026, BAZNAS Maros menargetkan penghimpunan meningkat hingga Rp8 miliar. Strategi yang dilakukan antara lain memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa-desa serta meningkatkan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.

 

“Penghimpunan melalui UPZ desa akan terus kami dorong, karena dana yang terkumpul di desa akan dikembalikan untuk masyarakat desa setempat,” jelas Ansar.

 

Terkait pengelolaan keuangan, Ansar menegaskan hasil audit independen menunjukkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang terbantu melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran zakat di Kabupaten Maros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *