Edukasi “Bijak Berplastik” Digelar di Tamparang Keke, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah

Darurat Sampah

Regional34 Views
banner 468x60

Online24jam,Makassar, — Upaya mengurangi persoalan sampah terus digencarkan melalui program Inklusif Recycling Indonesia dengan tagline “Bijak Berplastik”. Program yang dijalankan oleh Yayasan Pembangunan Citra Insani Indonesia (YPCII) bersama Danone AQUA ini menyasar edukasi masyarakat agar mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Perwakilan YPCII, Dharmawati, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2020 dan mulai masuk ke Kota Makassar pada 2023. Fokus awal program adalah memperkuat peran pengepul dan waste picker (yabo-yabo), kemudian berkembang ke pendampingan Bank Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Solusi utama persoalan sampah adalah kembali ke sumbernya, yaitu rumah tangga. Setiap orang menghasilkan sampah sekitar 0,7 kilogram per hari, sehingga pemilahan sampah organik dan anorganik harus dimulai dari rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampah plastik menjadi ancaman serius bagi lingkungan karena membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk terurai, bahkan botol plastik sekitar 250 tahun. Selain itu, plastik yang terurai menjadi mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan manusia melalui ikan yang dikonsumsi.
Data menunjukkan, produksi sampah di Indonesia mencapai jutaan ton setiap tahun, namun baru sekitar 37 persen yang terkelola dengan baik. Sumber terbesar berasal dari rumah tangga, termasuk meningkat akibat perubahan pola konsumsi seperti belanja online pascapandemi.

Melalui program ini, YPCII bersama Danone juga mendorong pembentukan dan penguatan Bank Sampah. Masyarakat diimbau menjadi nasabah Bank Sampah atau minimal melakukan pemilahan sampah dari rumah agar memudahkan proses daur ulang.
“Jika belum sempat ke Bank Sampah, cukup pisahkan sampah di rumah. Itu sudah langkah besar membantu lingkungan,” jelas Dharmawati.

Sebagai bentuk motivasi, Danone akan memberikan penghargaan kepada RT/RW yang aktif mengedukasi warganya. Penilaian meliputi jumlah nasabah, peningkatan kesadaran warga, hingga jumlah sampah plastik yang berhasil dikumpulkan. Setiap Bank Sampah juga ditargetkan mampu mengedukasi minimal 200 warga baru.

Sementara itu, Lurah Tamparang Keke, Zulkifly, S.Sos, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai kehadiran Danone dan YPCII menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Ini bukan hanya kegiatan bisnis, tapi bentuk kemitraan dalam membangun wilayah yang berkelanjutan dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan penyuluh dan pendamping persampahan Kota Makassar Nia Pairing dan Rahmat Djalil ikut mengedukasi warga sebagai motivator, guna memastikan edukasi berjalan efektif di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah meningkat, sehingga target pengurangan sampah dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *