BBV Maros Bergerak Cepat Tangani Kasus Anjing Rabies yang Serang Warga Camba

Nasional, News68 Views
banner 468x60

Online24,Maros- Sejumlah warga di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilarikan ke pusat kesehatan usai diserang seekor anjing liar yang kemudian dinyatakan positif rabies.

 

 

Kasus tersebut langsung mendapat penanganan cepat dari Balai Besar Veteriner (BBV) Maros bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan setempat.

 

Kepala BBV Maros, drh. H. Agustia mengatakan, laporan pertama diterima pihaknya pada Rabu (6/5/2026) malam sekitar pukul 20.58 WITA setelah warga melaporkan adanya anjing yang menggigit beberapa warga di wilayah tersebut.

 

 

“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan keesokan paginya tim turun melakukan investigasi lapangan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

 

Saat tim tiba di lokasi pada Kamis pagi, anjing yang diduga menyerang warga diketahui sudah mati setelah dieksekusi oleh warga karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar.

 

Petugas kemudian mengambil sampel kepala anjing untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan dugaan rabies.

 

 

“Hasil pengujian Seller’s dan Fluorescent Antibody Technique atau FAT keluar kurang dari 24 jam dan hasilnya positif rabies,” jelasnya.

 

 

Hasil laboratorium tersebut langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maros agar korban gigitan segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

 

Sejumlah korban yang mengalami gigitan maupun luka akibat serangan anjing liar itu langsung mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat.

 

Selain penanganan terhadap korban manusia, pemerintah juga melakukan vaksinasi darurat terhadap hewan peliharaan di sekitar lokasi kejadian guna mencegah penyebaran virus rabies.

 

Sebanyak 50 dosis vaksin rabies telah disalurkan untuk hewan di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan tambahan sekitar 1.000 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas.

 

“Hewan lain yang diduga terpapar juga sudah diamankan dan sementara diobservasi,” katanya.

 

Pihak BBV Maros bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap hewan penular rabies (HPR) lainnya di Kecamatan Camba.

 

Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan segera melapor jika menemukan hewan dengan perilaku agresif, sering menggigit, atau menunjukkan gejala rabies.

 

“Rabies bisa dicegah apabila penanganannya cepat. Karena itu masyarakat diminta segera melapor jika ada kasus gigitan hewan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *