Meriah,Balap Jolloro’ Mini Ramaikan HUT Bhayangkara ke-80 di Maros

Nasional, News48 Views
banner 468x60

Online24, Maros- Ratusan peserta memadati arena Balap Jolloro’ Mini Kapolres Maros Cup yang digelar di kawasan tambak Dusun Jangka-Jangkayya, Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu menjadi magnet hiburan sekaligus ajang pelestarian budaya masyarakat pesisir.

 

Sorak sorai penonton terdengar sejak perlombaan dimulai. Sebuah area tambak disulap menjadi lintasan balap bagi perahu mini atau Jolloro’ yang selama ini dikenal sebagai miniatur perahu tradisional nelayan Bugis-Makassar.

 

Peserta yang mengikuti perlombaan tidak hanya berasal dari Kabupaten Maros. Sejumlah peserta dari Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep juga turut ambil bagian untuk memperebutkan gelar juara.

 

Dalam setiap heat pertandingan, empat joki saling beradu kecepatan mengendalikan Jolloro’ mini hingga mencapai garis finis. Adu strategi dan ketepatan mengendalikan perahu menjadi penentu kemenangan di lintasan.

 

Selain balap cepat, panitia juga menggelar lomba Jolloro’ hias. Pada kategori ini, peserta ditantang menghadirkan miniatur perahu yang menyerupai Jolloro’ asli milik nelayan, lengkap dengan atribut seperti jangkar, alat tangkap ikan, hingga perlengkapan melaut lainnya.

 

Panitia kegiatan, Kompol Ahmad Rosma mengatakan perlombaan tersebut merupakan inisiasi Kapolres Maros untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mewadahi tingginya minat masyarakat terhadap Jolloro’ mini.

 

“Kegiatan ini diinisiasi Bapak Kapolres Maros dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dengan melihat antusiasme masyarakat terhadap perlombaan Jolloro’ mini. Alhamdulillah didukung pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Pesertanya mencapai ratusan orang dan kegiatan ini berlangsung selama dua hari,” ujarnya,Sabtu,20 Juni 2026.

 

Menurutnya, jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 300 orang hanya dalam beberapa hari setelah pendaftaran dibuka. Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa tradisi Jolloro’ mini masih diminati berbagai kalangan.

 

Salah seorang peserta, Daniel, mengatakan Jolloro’ mini bukan sekadar permainan, melainkan bentuk kecintaan masyarakat terhadap budaya maritim Sulawesi Selatan yang diwariskan secara turun-temurun.

 

“Jolloro’ ini merupakan perahu khas Sulawesi Selatan. Penilaian untuk lomba hias dilihat dari kerapian, model, dan kelengkapan yang harus menyerupai perahu aslinya,” katanya.

 

Miniatur perahu tersebut dibuat secara manual menggunakan bahan kayu tipis yang dirakit menyerupai perahu nelayan. Untuk satu unit Jolloro’ mini, biaya pembuatannya bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.

 

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Polres Maros dan Pemuda Pesisir Bontoa ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Selain menjadi hiburan masyarakat, ajang tersebut juga dinilai mampu menjaga kelestarian budaya maritim serta mempererat hubungan antara kepolisian dan warga pesisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *