Kalla Institute Dorong Transformasi Digital Industri Rumah Tangga Sambusa

banner 468x60

Online24, Makassar – Kalla Institute terus memperkuat kontribusinya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan transformasi pemasaran digital bagi Industri Rumah Tangga Sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Program yang mengusung tema Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.

Melalui program ini, tim dosen Kalla Institute memberikan pendampingan kepada Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Mutabikh Maryama dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta mengoptimalkan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 15 peserta yang terdiri atas ketua dan anggota Kelompok IRT Mutabikh Maryama, pelaku usaha Sambusa, mahasiswa pendamping, serta tim pelaksana pengabdian.

Melalui pendampingan tersebut, peserta dibekali materi dan pendampingan mengenai modernisasi proses produksi, pengelolaan usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penguatan branding produk, inovasi desain kemasan, hingga strategi digital marketing.

Ketua Tim Pengabdian, Mardiatul Jannah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan daya saing produknya melalui penerapan teknologi tepat guna dan transformasi digital.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku Industri Rumah Tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana memperluas pasar. Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mardiatul Jannah.

Program dijalankan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi dan sosialisasi, workshop, demonstrasi penggunaan peralatan produksi, pelatihan praktik (hands-on training), instalasi alat produksi, pendampingan usaha, monitoring dan evaluasi serta hingga penyusunan SOP produksi.

Program ini menargetkan peningkatan kapasitas produksi Sambusa menjadi 1.000–1.500 potong per hari dengan efisiensi waktu produksi hingga 50 persen melalui pemanfaatan peralatan modern dan sistem stok bahan baku berbasis digital.

Dari sisi manajemen, mitra didorong menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib, menyusun SOP produksi, dan memperkuat pengelolaan rantai pasok.

Sementara itu, pada aspek pemasaran, program ini menitikberatkan pada proses re-branding produk melalui pengembangan identitas merek baru, penggunaan kemasan food-grade yang lebih menarik, pengelolaan akun media sosial bisnis secara aktif, serta peningkatan pemasaran digital dengan target minimal 500 pengikut media sosial dan kenaikan penjualan digital sebesar 30 persen.

Tim pengabdian terdiri atas Mardiatul Jannah sebagai ketua, dengan anggota Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia, serta melibatkan mahasiswa Kalla Institute sebagai pendamping lapangan dan dokumentasi kegiatan.

Melalui Program ini, Kalla Institute berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan Industri Rumah Tangga berbasis teknologi dan inovasi.

Selain meningkatkan produktivitas usaha, program ini juga diharapkan mampu memperkuat keberdayaan ekonomi perempuan, memperluas akses pasar produk lokal, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *