HUT ke-62 Desa Tenrigangkae, Bupati Maros Ajak Warga Bersatu Bangun Desa

banner 468x60

Online24,Maros- Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memasuki usia ke-62 tahun. Peringatan hari ulang tahun desa digelar di kawasan Perumahan Permata Lion Residence, Jumat (21/8/2026) malam.

Perayaan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengenang perjalanan panjang desa sekaligus memperkuat kebersamaan dalam pembangunan.

Dalam acara tersebut, sejarah Desa Tenrigangkae kembali dikisahkan melalui pembacaan kilas balik desa yang disampaikan Ketua Gapoktan Tenrigangkae, Muh Sabir.

Kilas balik tersebut mengungkap asal-usul nama Tenrigangkae yang berasal dari bahasa Bugis. Kata “Tenri” berarti tidak ada, sedangkan “Gangka” berarti batas. Jika digabungkan, Tenrigangkae memiliki makna “tidak ada batas” atau “tidak terbatas”.

Sejarah Tenrigangkae juga tidak terlepas dari wilayah Kerajaan Tanralili. Pada awal berdirinya, wilayah desa mencakup sejumlah perkampungan yang merupakan bekas wilayah kerajaan tersebut.

Wilayah itu di antaranya Barambang, Leko, Pattontongan, Makkaraeng, Sambotara, Tokka, Tamaramppu, Salu, Mangento, Batangase, Baddo-Baddo dan Pao-Pao.

Seiring perkembangan pemerintahan dan pemekaran wilayah, sejumlah kawasan yang sebelumnya masuk dalam wilayah Tenrigangkae kemudian berkembang menjadi desa dan kelurahan tersendiri.

Saat ini, wilayah Desa Tenrigangkae terdiri dari lima dusun, yakni Dusun Bombongi, Dusun Bugis, Dusun Padaelo, Dusun Tinggito dan Dusun Makkaraeng.

Kepala Desa Tenrigangkae, H. Wahyu Febry, mengatakan peringatan hari jadi desa bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk mengenalkan sejarah dan potensi desa kepada generasi muda.

“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun desa, tetapi bagaimana kita kembali mengingat sejarah Desa Tenrigangkae. Supaya generasi kita tahu dari mana kita berasal dan bagaimana perjalanan desa ini sampai sekarang,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, Desa Tenrigangkae memiliki sejarah panjang dengan berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa terus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan pengelolaan usaha milik desa.

“Kami ingin apa yang menjadi potensi desa ini bisa dikenal lebih luas. Bukan hanya di Tenrigangkae, tetapi kalau bisa keluar Maros, bahkan sampai ke luar Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-62 tahun ini juga melibatkan pelaku UMKM. Puluhan pelaku usaha ikut meramaikan kawasan kegiatan dan menjadikan perayaan hari jadi sebagai ruang promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Wahyu berharap keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap desa.

“Harapan kami masyarakat semakin kompak, semakin bersatu. Karena pembangunan desa tidak bisa dilakukan pemerintah desa saja. Kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam tidak dapat hadir secara langsung dalam perayaan tersebut karena sedang berada di Tarakan, Kalimantan. Chaidir kemudian menyampaikan sambutan melalui sambungan Zoom.

Dalam sambutannya, Chaidir terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena tidak dapat menghadiri acara secara langsung.

“Pertama-tama saya dengan nama pribadi memohon maaf karena tidak dapat hadir langsung di Desa Tenrigangkae. Saya sekarang berada di Tarakan, di Kalimantan,” kata Chaidir.

Meski demikian, Chaidir menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah desa dan masyarakat Tenrigangkae yang terus menjaga kebersamaan serta mencatat berbagai capaian pembangunan.

Dia berharap Desa Tenrigangkae dapat berkembang menjadi desa yang semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Insyaallah Desa Tenrigangkae menjadi desa yang mandiri, kemudian desa yang membawa kesejahteraan buat masyarakatnya dengan berbagai prestasi yang telah disampaikan,” ujarnya.

Chaidir juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala Desa H. Wahyu Febry yang dinilai telah membawa sejumlah capaian bagi Desa Tenrigangkae.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak terlepas dari kekompakan antara pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga.

“Yang paling utama adalah mari kita terus menjaga kekompakan antara seluruh masyarakat, seluruh tokoh masyarakat. Mari kita terus menjalin kekompakan untuk membangun Desa Tenrigangkae yang kita sangat sayangi,” katanya.

Chaidir pun mengajak masyarakat untuk terus bersatu dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan desa.

“Mari kita terus bersatu untuk membangun desa yang kita cintai, Desa Tenrigangkae, menjadi desa yang mandiri dan sejahtera buat masyarakatnya,” sambungnya.

Peringatan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae akhirnya menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang desa sekaligus menatap masa depan.

Pemerintah desa berharap semangat kebersamaan, gotong royong dan pengembangan potensi lokal dapat terus dipertahankan demi mewujudkan Tenrigangkae yang semakin mandiri dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *