BI Siapkan Rp25 Miliar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Sasar Lima Pulau di Sulsel

banner 468x60

Online24, Makassar – Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di lima pulau di Sulawesi Selatan melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 ini menyasar wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan dan penukaran uang layak edar.

Pelepasan ekspedisi bertema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri” dilakukan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), Makassar, Selasa (13/10/2026).

Program hasil kolaborasi BI dan TNI Angkatan Laut ini bertujuan memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.

Fatmawati mengatakan, pemerataan layanan Rupiah merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.

“Ekspedisi Rupiah ini memastikan bahwa Rupiah secara menyeluruh bisa diakses oleh masyarakat kita sampai dengan pulau terluar, dengan kesetaraan dan kedaulatan secara inklusif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang memungkinkan layanan penukaran uang menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan.

Lima Pulau Jadi Sasaran Ekspedisi

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menggunakan KRI Marlin 877 dengan rute pelayaran dari Makassar menuju lima pulau, yakni Pulau Gondong Bali, Pulau Badi, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar, sebelum kembali ke Makassar.

Pelayaran tersebut menempuh jarak sekitar 410 mil laut dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan, dana Rp25 miliar disiapkan untuk melayani kebutuhan penukaran uang masyarakat selama ekspedisi.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh atau tidak layak edar dengan uang yang lebih baik kondisinya.

“Di lima pulau itu nanti masyarakat dapat menukar uang lusuh dengan uang baru. Kami menyediakan uang sekitar Rp25 miliar dan berharap jumlahnya mencukupi kebutuhan penukaran masyarakat,” kata Rizki.

Menurutnya, distribusi uang Rupiah di Indonesia menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi geografis negara kepulauan. Selain memastikan ketersediaan uang, BI juga perlu menjaga kualitas uang yang beredar dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan Rupiah.

14 Tahun Berjalan, Jangkau 766 Pulau

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang telah berlangsung sejak 2012.

Selama 14 tahun pelaksanaan, program tersebut telah menyelenggarakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T dengan jangkauan mencapai 766 pulau.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya layanan kas keliling untuk memperluas akses keuangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan perbankan.

Rizki juga menyoroti pentingnya edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah agar masyarakat tidak hanya memperoleh uang layak edar, tetapi juga memahami cara memperlakukan dan menjaga uang dengan baik.

Libatkan TNI AL, Ada Pemeriksaan Kesehatan hingga Bazar UMKM

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz mengatakan, pengerahan KRI Marlin 877 menjadi bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya BI menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

Dalam ekspedisi ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 45 personel, sementara BI menugaskan 15 personel untuk menjalankan layanan penukaran uang.

Selain layanan kas keliling, masyarakat di pulau-pulau yang dikunjungi juga akan mendapatkan manfaat dari berbagai kegiatan sosial.

Program pendukung tersebut meliputi pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan, edukasi Rupiah, pengumpulan uang logam, serta ekspo mini bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

TNI Angkatan Laut juga merencanakan kegiatan open ship, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat kapal perang Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh uang layak edar, tetapi juga memperluas edukasi keuangan dan memberikan dukungan sosial bagi warga di wilayah kepulauan.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI dan TNI Angkatan Laut berupaya memperkuat ketersediaan Rupiah sekaligus menegaskan peran mata uang nasional sebagai simbol kedaulatan negara hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *