Proyek Air Baku Senilai 40M Mangkrak, Wabub Tanah Toraja Minta Pemprov Upayakan

Online24, Makale — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengeluhkan proyek penyediaan air baku Sungai Malillin di Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek, yang sudah lima tahun dibangun namun tidak bisa digunakan.

Diketahui, proyek senilai kurang lebih Rp40 miliar ini sudah dimulai sejak sekitar lima tahun lalu, namun hingga kini belum tuntas pengerjaannya alias mangkrak.

Keluhan ini disampaikan Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat kunjungan kerja gubernur, 21 November 2019.

Kami minta kepada Bapak Gubernur kiranya Pemprov melakukan upaya agar instalasi air bersih dari Malillin, Lembang Uluway yang menelan anggaran sekitar Rp40 miliar ini bisa difungsikan apalagi pengerjaan sudah 5 tahun,” terang Victor

Victor mengatakan, kondisi di lapangan saat ini, air belum bisa mengalir dan dimanfaatkan masyarakat karena pipa tidak sesuai spek. “Sehingga air belum sampai ke tujuan pipa sudah pecah tidak bisa menahan tekanan air,” urai Victor.

Keluhan Victor ini kemudian ditindaklanjuti lagi oleh Kepala Bappeda Tana Toraja, Yunus Sirante pada rapat percepatan pembangunan infrastruktur menunjang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu, 21 Desember 2019 lalu.

“Kami juga sampaikan lagi keluhan yang sama kepada Bapak Gubernur. Karena sayang sekali kalau uang negara sebesar itu dikeluarkan tapi tidak ada manfaat bagi masyarakat,” kata Yunus.

Yunus menyebut, proyek ini ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Sebelum ini, kata Yunus, Pemkab Tana Toraja juga pernah bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang terkait mangkraknya proyek tersebut.

Tahun 2017 dan 2018 kita sudah bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang perihal proyek ini. Tahun 2018 juga Kepala Balai waktu itu Pak Iskandar, juga pernah berkunjung ke Toraja dan diterima Pak Bupati. Waktu itu, Kepala Balai berkomitmen segera menyelesaikan pekerjaan fisik di lapangan agar airnya bisa dimanfaatkan masyarakat melalui PDAM Tana Toraja,” urai Yunus.

Dia berharap, pihak Balai dan Kontraktor Pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan instalasi air baku tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, keberadaan jaringan air baku dari Malillin ini juga akan digunakan untuk mendukung Bandara Internasional Toraja atau Bandara Buntu Kunik, yang sebentar lagi akan selesai pembangunannya.

Ini yang kita khawatirkan. Jangan sampai bandara sudah selesai, air besihnya belum rampung,” pungkas Yunus. (*)