Proyek Air Baku Lima Tahun Mandek, Nurdin Abdullah: Kami akan Cek Apa Masalahnya

Online24jam, Makassar, – Proyek penyediaan air baku Sungai Malillin di Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek, Kab.Toraja, yang dilaporkan sudah lima tahun mandek, oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, mendapat respon dari Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah.

Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut Nurdin Abdullah mengatakan akan meninjau kembali proyek tersebut.

“Kita ini butuh air baku jadi kalau ada persoalan begitu sangat disayangkan padahal itu kebutuhan dasar masyarakat.” ujar Nurdin Abdullah saat ditemui pada acara peresmian Masjid Mi’raatul khaerat di Jln. Abubakar Lambogo, jumat (27-12-2019).

“itu harus dilanjutkan. Kita juga akan tinjau ulang apa masalahnya. Kita akan cek apa persoalannya.” tegasnya.

Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. (Foto: Zhoelfikar)

Sementara pihak Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang ditemui oleh redaksi Online24jam.com, enggan memberi tanggapan. Terkait mandeknya pembangunan proyek yang menelan dana 47.122.000.000,- dibangun sejak lima tahun lalu namun tidak bisa digunakan.

“Maaf pak bukan kapasitas saya untuk menjawab itu. Sebaiknya menyurat saja dulu. Nanti kami teruskan kepada pimpinan kami.” ujar Nawir, Sekertaris Kepala Balai.

Sebagaimana diketahui, Keluhan ini disampaikan Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat kunjungan kerja gubernur, 21 November 2019.

Kepada Gubernur, Wakil Bupati berharap kiranya Pemprov melakukan upaya agar instalasi air bersih dari Malillin, Lembang Uluway bisa difungsikan apalagi pengerjaan sudah 5 tahun.

Dikutip dari Kareba Toraja.com Sebelumnya, Pemkab Tana Toraja juga pernah bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang terkait mangkraknya proyek tersebut, dengan harapan, pihak Balai dan Kontraktor Pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan instalasi air baku tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai bandara sudah selesai, air besihnya belum rampung.