Marak Penolakan Rapid Test, Ketua DPRD Makassar Minta Lurah Edukasi Masyarakat

Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo

Online24, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta kepada masyarakat untuk tidak termakan hoax atau berita bohong terkait rapid test virus Corona (COVID-19).

“Kita minta kepada warga tidak terprovokasi oleh orang-orang yang mau mengambil keuntungan dari isu-isu hoax (seperti tolak rapid test). Karena sejauh ini setahu saya memang dari awal bahwa rapid test itu belum untuk masuk di lorong-lorong, setahu saya selama ini pemerintah menggelar rapid test di tempat keramaian dan sesuai dengan protokol kesehatan, itu seperti mal, pasar,” ujar Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Senin (8/6/20) kemarin.

Olehnya, kata RL–sapaan akrabnya, jajaran camat, lurah, hingga RT-RW di Makassar harus terus memahamkan warga yang sudah termakan hoax dan membuat gerakan menolak rapid test.

“Ketika tiba-tiba ada isu (hoax rapid test) ini memang tugas pemerintah yang harus banyak turun mensosialisasikan, khususnya perangkat kelurahan, hingga perangkat paling bawah RT-RW mensosialisasikan bahwa tidak betul kabar bohong itu. Supaya tidak ada miskomunikasi atau misinformasi,” ujar Rudi.

Gerakan warga di Makassar menolak rapid test mulai terjadi sejak Sabtu (6/6/20) lalu dengan memasang spanduk bertuliskan penolakan terhadap rapid test dan memblokir jalan. Padahal, menurut Rudi, Pemkot Makassar saat ini masih fokus menggelar rapid test di sejumlah tempat umum seperti pasar dan mall, itu pun di lokasi yang ditemukn kasus positif Corona.

Terlebih, Rudi menegaskan rapid test yang masif digelar Pemkot Makassar dalam rangka mendeteksi dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Ini kan pemerintah bekerja (memutus mata rantai Corona) dikira tidak bekerja, pemerintah bekerja disalahkan. Di sini kan jadinya buah simalakama. Padahal sebenarnya pemerintah adalah semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tadi, ini kenapa ada program rapid test tadi,” katanya.

Menurutnya, saat ini rapid test menjadi salah satu cara deteksi awal penyebaran virus Corona. Untuk itu, dia kembali menegaskan agar jajaran camat, lurah, hingga RT-RW memahamkan warga akan pentingnya rapid test.

“Mereka ini mengedukasi masyarakat untuk senantiasa menjalankan aktivitas dengan protokol kesehatan, tidak terprovokasi dengan isu-isu hoax dan tidak mudah menerima informasi yang menyesatkan kalau belum datang dari pemerintah,” paparnya.(*)