Pastikan Pelayanan Maksimal, Bupati Lutra Tinjau Puskesmas Rampi

Online24, Luwu Utara – Berada di wilayah pegunungan dan masuk sebagai salah satu kecamatan terpencil, nyatanya tidak menyurutkan pelayanan dasar kesehatan di kecamatan rampi menjadi terbelakang. Nyatanya berkat kerja sama dan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan kecamatan, puskesmas yang berlokasi di desa Sulaku kecamatan rampi kabupaten Luwu Utara itu berhasil meraih predikat sebagai puskesmas terakreditasi dengan status madya pada tahun 2019 Lalu.

Kini, untuk memenuhi target paripurna pada 2022 mendatang pemerintah melalui pengurus puskesmas rampi pun terus meningkatkan pelayanan mutu baik secara fisik maupun non fisik. Memastikan hal tersebut berjalan secara maksimal, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Sabtu (13/6/2020) memantau kondisi puskesmas di sela kunjungan kerjanya di kecamatan rampi dalam rangka pemantauan penyaluran Bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19.

“Hari ini kita mau melihat situasi pkm untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan berjalan maksimal, dan masyarakat nyaman dengan pelayanan yang diberikan. Meski berada di wilayah yang terpencil bukan berarti Pemberian mutu layanan ikut terkucilkan.” Ungkap indah saat melakukan peninjauan di Puskesmas rampi sabtu

Sementara itu, kepala PKM Rampi, Subair menyebutkan jika saat ini terdapat 14 ruangan dengan 7 kapasitas tempat tidur pasien serta 1 orang dokter yang berjaga untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

“Tahun 2017 lalu kami melakukan renovasi, dan alhamdulillah status pkm rampi terakreditasi madya. Kami masih akan lakukan perbaikan untuk mengejar status paripurna. Saat ini ada 14 ruangan yang terpakai termasuk ruangan perawatan ruang inap yang kini bisa dinikmati warga dan kantor. Hanya saja kami masih kekurangan tenaga dokter yang sudah diusulkan pada formasi cpns tahun ini.” Terangnya.

Di sela pemantauannya, pemilik sapaan karip IDP itupun juga memberikan motivasi dan semangat kepada seorang pasien rawat inap wanita yang didiagnosis mengalami pendarahan dan keguguran. Pasien yang awalnya akan dirujuk ke masamba untuk sementara waktu di rawat secara intensif di PKM menyusul kondisinya yang berangsur membaik. (*)