Dewan Kesenian Makassar, Bakal Gelar Pameran Daring Bertajuk “SEMANGAT 2020”

Ketua Departmen seni rupa Dewan Kesenian Makassar, Anggraini Herman

Online24, Makassar – Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni dan seniman.

Berbagai aktivitas dilakukan demi menjaga agar semangat berkarya tetap terjaga. Salah satunya adalah dukungan program yang memungkinkan seniman tetap berkarya dan mendapatkan penghargaan atas karya tersebut.

Latar belakang ini pula yang membuat komite Seni Rupa Dewan Kesenian Makassar (DKM) dengan dukungan penuh dari Ibu Gubernur Sulawesi Selatan Liesty F Nurdin untuk menggelar program Pameran Karya Semangat 2020. Pameran tersebut bakalan digelar pada 25 September hingga 25 Oktober 2020.

Pameran tersebut berisi karya-karya dari seniman undangan dan ‘open call’, dimana jumlah peserta terdaftar sebanyak 83 orang dengan karya 185 buah.

“Dengan berangkat dari Falsafah Sumange’ yang berarti daya hidup, daya juang, dan daya tahan pameran ini menawarkan peluang untuk berbagi dan bersilaturrahim melalui karya tulis,” kata Anggraini Herman selaku Ketua Departmen seni rupa Dewan Kesenian Makassar saat menggelar Konferensi Pers, Jum’at 18 September 2020 di KopiApls.

Sementara itu, Irfan Arifin Koordinator Pameran mengatakan bahwa pameran ini memilih sejumlah karya untuk dipamerkan secara daring di laman www.dewankesenianmakassar.com dan berbagai media sosial lainnya.

“Melihat gagasan dan semangat ditawarkan pameran ini adalah upaya menghadirkan ‘semangat’ dalam konsep lokal/global dalam mengaitkannya dalam konteks kekinian dengan tidak membatasi usia dan genre dari karya,” ungkapnya

Program ini dengan sendirinya selain memberi ruang pada ekspresi seniman yang sudah ada, program ini menawarkan gagasan keterbukaan pada beragam ekspresi dan berpihak pada keberlanjutan, tambahnya

Ika W. Burhan yang menjadi kurator pameran ini mengatakan “Salah satu kebanggaan seorang seniman dalam berproses dan berkarya adalah pameran. Penyelenggaraan pameran bisa dianggap sebagal pencapaian akhir setelah berproses. Tidak masalah dalam skala kecil, besar, nasional maupun Internasional. Penanda eksistensi itu adalah sebuah pameran.

Di masa pandemi ini, kita semua bukan berarti harus duduk diam, bukan? Tetapi upaya proses penciptaan justru semakin meningkat. Bagi seniman melawan pandemi juga adalah dengan terus berkarya.

Bangkitlah seniman dan raih kembali pencapaianmu Semoga program ini mampu menghidupkan kembali semangat para perupa untuk berkarya di tengah kondisi pandemi yang sama-sama dialami saat inl, dan semoga program ini mampu memacu masyarakat pada umumnya untuk tetap berkarya dan lebih produktif.  (*)