Pasangan “Maros Keren” Buat Program Pro Terhadap Kesejahteraan Petani

Online24, Maros – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros Nomor urut 2, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari berkomitmen untuk terus mensejahterahkan petani di Maros dengan menjadikan Maros sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.

Pasangan Hati Kita Keren memang telah merumuskan sejumlah program khusus untuk pertanian. Diantaranya pengembangan infrastruktur pertanian yang meliputi pembangunan irigasi 3 ribu meter pertahun, 2 unit waduk satu periode dan jalan tani 10 ribu meter pertahun.

Selain itu, program bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) juga akan terus dilanjutkan ke para kelompok tani dengan target 500 kelompok pertahunnya.

“Kami targetkan itu pembangunan irigasi sepanjang 3 ribu meter pertahun. Waduk itu dua unit selama satu periode. Pembangunan jalan tani sepanjang 10 ribu meter pertahun. Untuk bantuan Alsintan itu kita target 500 kelompo pertahun,” kata Chidir Syam, Selasa (06/10/2020).

Terkait kelangkaan pupuk, Chaidir berjanji akan memperbaiki system distribusi pupuk bersubsidi ke para petani dan memastikan tidak ada pupuk subsidi yang keluar tidak sesuai zona yang diperuntukkan.

“Jadi system distribusinya yang akan kita pantau betul-betul agar tepat sasaran dan juga tidak ada yang keluar tidak sesuai zona yang telah ditentukan. Karena selama ini memang dari data itu cukup, tapi fakta lapangannya tidak sesuai,” sebutnya.

Calon Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari menambahkan, jika mereka terpilih nantinya, para petani yang tidak mampu dan belum pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat akan diberikan BLT dari Pemerintah Kabupaten.

“Target kit aitu 20 ribu petani akan kita cover dengan BLT. Petani yang dimaksudkan itu meliputi petani pertanian pangan, hultikultura,perkebunan, perikanan tangkap dan budidaya dan peternak,” Kata Suhartina.

Tak hanya BLT, Putri Bungsu Haji Bohari itu juga berjanji akan menyiapkan berbagai macam bibit gratis yang memiliki nilai ekonomis untuk dibagikan ke petani, khususnya di wilayah yang hanya bisa menam padi satu atau dua kali setahun.

Sementara untuk memproteksi petani dari hal yang tidak diinginkan, Hati Kita Keren juga akan menyiapkan asuransi pertanian, agar petani mengikatkan diri dalam pertanggungan atas risiko usaha tani khsusunya bagi tanaman padi.

“Kita juga akan siapkan bibit yang memiliki nilai ekonomis. Terus kita juga siapkan asuransi pertanian agar risiko usaha mereka bisa terproteksi. Kalau ada padi yang fuso misalnya, itu bisa dicover oleh asuransinya,” pungkasnya.