Kenali Perbandingan Pertamini dan Pertashop

perbandingan Pertamini dan Pertashop. (foto: int)

Online24jam, Makassar, – Stasiun pengisian bahan bakar mini atau Pom mini kini makin banyak menjamur di beberapa kota termasuk  diantaranya Makassar, bahkan pompa bahan bakar minyak ini mulai marak di Makassar sejak beberapa tahun lalu.

Keberadaannya makin diminati oleh masyarakat karena penjualan bensin eceran ini banyak ditemui di tepi jalan dan tidak lagi menggunakan jerigen atau botolan. Dan lebih memudahkan masyarakat untuk memperoleh bahan bakar tanpa perlu antrian lama. Selain itu bentuknya pun cukup menarik karena menyerupai Stasiun Bahan Bakan Minyak di SPBU.

Ada banyak variasi bentuk yang ditawarkan. Bahkan dari segi regulasi, ada yang memiliki legalitas dan ada pula yang tidak memiliki legalitas.

Secara kasat mata mungkin Anda tidak akan bisa membedakan mana yang legal mana yang ilegal. Karena hampir semua sama. Namun tentu Anda dapat membedakan dari segi namanya. Nah, berikut perbedaan mendasar yang perlu diketahui masyarakat.

Pertamini
Pertamini adalah pompa bahan bakar mini milik warga yang sudah lebih dulu muncul di tengah masyarakat. Sejak keberadaan Pertamini ini maasyarakat jadi deman membeli bensin eceran di pinggir – pinggir jalan karena aksesnya yang mudah dan praktis ketimbang mereka harus antri lama di SPBU.

Sebutan Pertamini sendiri akan membuat orang menilai bahwa peralatan tersebut dari Pertamina langsung. Nyatanya bukan. Peralatan ini dirakit secara mandiri oleh distributor yang menyediakan alat tersebut. Namun harus diakui, keberadaannya makin melekat di hati masyarakat karena merk tersebut kerap menjadi label yang terpasang di sejumlah pom mini. Meskipun, usaha ini bukan bagian dari PT. Pertamina tapai penjualannya makin banyak bermunculan. Jadi Pertamini adalah usaha UMKM yang dikelola secara perorangan atau kelompok bisnis lainnya. Meskipun bisnis ini dinilai tidak memenuhi standar keamanan, terutama rawan bahaya kebakaran dan tidak memiliki izin usaha serta tidak mempunyai uji tera (liter).

Sehingga berdasarkan pengawasan, volume yang dikeluarkan alat Pertamini ini terkadang tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya. Atau dengan kata lain takarannya tidak bisa dijamin sesuai standar Badan metrologi.

Terlepas dari itu, bisnis bensin eceran ini boleh dikata tetap banyak dilirik warga masyarakat, karena modalnya yang tak terlalu besar. Cukup dengan modal Rp10 juta sampai Rp15 juta, sudah bisa langsung jualan. Untuk isi ulangnya pun tinggal membeli ke SPBU terdekat sesuai dengan ukuran kapasitas tangkinya. Namun, mereka tidak dibenarkan menjual jenis Premium atau bensin karena bahan bakar tersebut adalah bahan bakar bersubsidi. Sehingga yang dapat dijual adalah jenis Pertalite dan Pertamax.

Salah seorang distributor di Makassar bernama Yani menuturkan sejak ia memproduksi Pertamini, ia banyak memperoleh pesanan dari berbagai kalangan. Usahanya itu laris manis dengan berbagai ukuran. Dan banyak dipesan dibeberapa daerah. Bukan hanya di Makassar.

“Alhamdulillah pak, sejak kami buka usaha ini banyak yang sudah pesan. Tidak hanya di Makassar tapi juga dibeberapa daerah.”tuturnya.

Kendati dianggap tidak resmi tapi menurutnya yang terpenting adalah bagaimana pelayanannya kepada masyarakat.

“Memang tidak resmi tapi yang kami utamakan juga adalah pelayanan kepada masyarakat. Selain faktor keuntungan yang menjanjikan dari usaha ini.”lanjutnya.

Pertashop
Pertashop sendiri merupakan pom mini yang penyaluran resminya melalui Pertamina langsung dengan skala kecil yang mirip dengan Pertamini. Sifatnya sama yakni untuk melayani kebutuhan bahan bakar yang tidak terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lainnya. utamanya di daerah-daerah. Pertashop Ini juga dinilai menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan terutama di kalangan pedesaan.

Pertamina sengaja membuka peluang kerjasama kemitraan Pertashop ini kepada pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia. kesempatan ini dibuka untuk penjualan bensin eceran secara resmi.

Hal ini dilakukan terutama untuk daerah pinggiran yang jauh dari jangkauan SPBU. Adapun sistem kerja sama yang ditawarkan adalah untuk UKM atau perorangan yang sudah berbadan hukum CV atau PT.

Humas PT. pertamina Region VII Sulawesi, Taufik Kurniawan menjelaskan “Dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan berdampak positif bagi peningkatan kegiatan ekonomi pedesaan, perkotaan atau kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur. ”

Dikatakan Pertashop sendiri memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 19 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Adapun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1. 000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3. 000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Dan untuk mendirikan Pertashop kisaran dana awal tentu lebih besar daripada kisaran dana Pertamini. Yakni sebesar Rp400 juta di luar lahan, yang akan digunakan untuk pengadaan peralatan sebesar Rp300 jt dan biaya operasional lainnya sebesar Rp 100 juta.

Keuntungan kotor yang akan diperoleh Mitra rata-rata Rp 500 ribu, -/hari atau Rp180 juta/tahun. secara Nasional dengan volume penjualan 1, 2 KL/hari.

“Untuk target kami dari Mendagri itu adalah 44 titik desa di Sulawesi Selatan khususnya desa yang terletak jauh dari SPBU.” lanjutnya.

Menurutnya keberadaan Pertashop untuk menekan disparitas harga dipasaran. Untuk itu pengisiannya pun langsung dari terminal dengan menggunakan mobil tangki kapasitas 3000 kl dan harganya setara SPBU terdekat.

“Kita berharap keberadaan Pertashop bisa menekan Disparitas harga dipasaran dan untuk menjamin kualitas bahan bakarnya kita mengisi langsung dari mobil tangki. Makanya untuk kemitraannya harus kita analisis dulu, baik dari segi kelayakannya, tempatnya dan harus safety.” terangnya.

Disinggung terkait persaingan dengan Pertamini, Taufik membantah kalau kehadiran Pertashop untuk menyaingi Pertamini.

“Tidaklah. Pertashop itu hadir murni untuk melayani masyarakat terutama yang di daerah apalagi yang tidak terjangkau oleh SPBU.” pungkasnya.