Penuhi Permintaan Masyarakat, Ilham Nadjamuddin Sempatkan Hadir di Acara “Maudu Lompoa”

Online24, Maros – Calon wakil bupati maros nomor urut 3 Andi Ilham Nadjamuddin, turut menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Damai, Kecamatan Tanralili. Sabtu (31/10/2020).

Kedatangan putra bungsu mantan bupati maros Andi Nadjamuddin periode 1999-2004 dan 2005-2010 itu, atas permintaan masyarakat setempat.

Menurutnya, menyempatkan hadir untuk menyaksikan langsung tradisi Maudu Lompoa adalah suatu bentuk kehormatan dan penghargaan yang begitu luar biasa dari masyarakat.

Pasalnya, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan perahu pinisi begitu jarang di jumpai, selain itu tradisi ini terbilang unik dengan nilai sejarah yang tekandung di dalamnya.

“Suatu kehormatan bisa hadir menyaksikan langsung acara ini. Kita bisa lihat, antusias masyarakat bahkan dari luar kampung datang kesini untuk saling berbagi”. Tuturnya.

Lebih lanjut Ilham Nadjamuddin menjelaskan, perayaan maulid Nabi tentu tidak semata dipandang sebagai tradisi turun temurun, yang erat kaitannya dengan kehidupan leluhur terdahulu.

Melainkan, kelahiran Nabi sebagai utusan Tuhan adalah berkah bagi semua, yang membawa perubahan dari zaman jahilia ke zaman yang terang benderang.

“Kelahiran Nabi membawa suka cita, berkah bagi semua. Nah melalui maulid ini kita bisa lihat semua saling peduli, sipakatau sipakalebbi, berbagi dengan sesama tanpa melihat golongan”. Terangnya.

Selain itu Ilham Nadjamuddin juga menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin dan suri tauladan.

“Tentu kita ingin cerminan Nabi ada pada setiap orang, iya adalah pemimpin tanpa melihat golongan dan tidak mengucilkan yang lainnya”. Paparnya.

Perayaan maudu lompoa menggunakan perahu pinisi ini sendiri, merupakan tradisi turun temurun masyarakat setempat.

Perahu yang telah di hias dengan jumlah mencapai ratusan itu, di tancapkan di tanah lapang menggunakan tiang kayu.

Berbagai bingkisan khas Maulid, mulai dari telur warna-warni, sarung hingga perlengkapan alat rumah tangga lainnya, diletakkan di dalam perahu yang berfungsj sebagai bakul.

Tradisi maulid semacam ini, juga bisa di jumpai di daerah pesisir pantai Cikoang, kabupaten Takalar.