Perempuan Katolik Perintis Jadi Relawan Pemenangan Danny-Fatma

Online24, Makassar – Gerbong dukungan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) terus bergerak. Teranyar adalah perkumpulan perempuan Katolik yang bermukim di wilayah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

Perempuan-perempuan ini menemui Fatmawati di kediaman pribadinya, Jalan Faisal Raya II, Minggu (1/11/2020). Jumlahnya ada puluhan orang yang bernaung di payung RAM Foundation bentukan politisi Partai NasDem, Raymond Arfandy.

Koordinator Perempuan Katolik Jalan Perintis Kemerdekaan, Christine mengatakan, pihaknya telah bergerak mengajak seluruh handai tolan di Kota Makassar untuk memenangkan Danny-Fatma. “Semua perempuan di kami akan mendukung Pak Danny dan Bu Fatma. Karena hanya ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) satu-satunya yang ada perempuannya,” ucap Christine.

Christine juga memberikan kredit khusus untuk 24 program strategis dalam visi dan misi ADAMA’. Khususnya di bidang ekonomi, seperti 10.000 skill training gratis, 100.000 kemudahan akses dan peluang usaha baru, serta 5.000 lorong wisata. “Semoga semua program berjalan saat terpilih nantinya,” harapnya.

Christine yang untuk pertama kalinya bertemu dengan Fatma juga menaruh kekaguman pada sosok mantan Anggota DPR RI itu. Baginya, Fatma adalah figur yang bisa berbaur dengan seluruh kalangan masyarakat. “Orangnya cantik, sangat supel, sederhana. Biasa berinteraksi dengan semua kalangan. Kita merasa dekat dengan Bu Fatma,” nilai Christine.

Fatma dalam kesempatannya mengatakan, dirinya sebagai representasi perempuan telah menyiapkan sederet program yang berpihak kepada kaum perempuan. “Seperti 10.000 skill training gratis. Ibu-ibu di sini bisa memanfaatkan itu. Setelah mendapat pelatihan, lalu akan diberikan bantuan permodalan. Ini, kan, yang jadi kebutuhan para perempuan,” beber Fatma.

Pencoblosan yang kian dekat, Fatma juga menekankan agar seluruh pendukung merapatkan barisan. Dua lembaga survei independen yang menempatkan ADAMA’ di posisi teratas, kata Fatma, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.

“Mari terus bersama-sama berjuang. Kita tidak boleh jemawa dan takabur walaupun survei yang kredibel menempatkan ADAMA’ di posisi nomor satu. Tapi saya yakin, saya tidak akan berjuang sendiri karena ada perempuan-perempuan hebat di belakang saya,” ucap Fatma. (*)