Pasca Rekaman Oknum Sekcam Viral, Sejumlah Camat dan Lurah se-Kota Makassar Akan Plesiran ke Bali

Online24, Makassar – Pasca terkuaknya rekaman suara yang diduga bersumber dari oknum Sekcam di jajaran Pemkot Makassar yang mengarahkan dukungan ke salah satu kandidat, indikasi ketidak netralan unsur pimpinan di Pemkot Makassar dalam Pilwalkot 2020 makin kuat.

Beredar informasi, sejumlah Camat dan Lurah di jajaran Pemkot Makassar akan diberangkatkan ke Bali, dengan modus mengikuti agenda Pekan Panutan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Lurah-lurah yang diberangkatkan adalah pendukung paslon tertentu dalam Pilwalkot Makassar.

Oknum Sekcam Ujung Tanah, AS, terduga pemilik suara dalam rekaman yang viral, yang berusaha menekan para pegawai honorer untuk ikut mendukung paslon yang direstui Pj Wali Kota Makassar, juga diinformasikan akan berangkat ke Bali, Kamis esok (5/10/2020).

“Hari ini beliau (Sekcam) tidak di kantor, besok dia akan berangkat ke Bali,” ujar salah satu staf Kantor Camat Ujung Tanah, saat disambangi wartawan di kantornya, Jalan Sabutung Timur, Rabu (4/10).

Sementara itu, salah satu sumber lain mengatakan hanya kalangan tertentu di jajaran Pemkot Makassar yang diberangkatkan ke Bali.

“Idealnya yang berangkat ke Bali adalah lurah yang berhasil mencapai target penghasilan dari PBB warganya, namun ada juga lurah yang sebenarnya sudah memenuhi target tapi tidak diberangkatkan dengan alasan tidak siap mendukung paslon yang direstui pimpinan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Pemberangkatan Camat dan Lurah ini disinyalir bertujuan untuk mengonsolidasikan dukungan perangkat pemerintahan di level paling bawah untuk mengarahkan dukungan warganya pada kandidat tertentu.

Dugaan ketidaknetralan oknum ASN di Pilwalkot Makassar ini juga ikut dirasakan warga Kepulauan Sangkarrang, yang menyebutkan ada oknum lurah yang membagikan alat peraga kampanye salah satu paslon pada masyarakat pulau.

Terkait dugaan ketidaknetralan anggotanya, Pj Wali Kota Makassar Rudy Jamaluddin pada wartawan menyebutkan pihaknya enggan mempersoalkan bawahannya yang mencatut namanya dalam rekaman tersebut, bila bukti-buktinya belum kuat.

“Nanti kita lihat (rekaman), apa yang dilakukan mungkin ada trik-trik. Yang jelas aturannya ASN harus netral, kalau saya tipenya tidak suka melapor-laporkan bawahan (ke Bawaslu), kasihan,” pungkas Rudy