Danny Ingatkan Appi-Rahman: Visi Misi Adalah Produk Hukum

dprd-makassar

Online24, Makassar – Calon wali kota Makassar, M Ramdhan Pomanto kerap mengingatkan pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) untuk berbicara dengan merujuk visi misi dalam debat kedua Pilkada Makassar, Selasa malam (24/11/2020).

Hal ini dilontarkan Danny kepada pasangan nomor urut 2 itu lantaran berbicara terkesan tanpa sesuai visi misi. Seperti saat segmen kedua yang menyajikan perbincangan mengenai pelayanan publik. Calon Wakil Wali Kota Makassar nomor urut dua, Abd Rahman Bando memaparkan janji-janjinya. Salah satunya dengan menyebut ‘change management’ sebagai solusi untuk menciptakan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Pemaparan duet Appi itu langsung mendapat tanggapan dari Moh Ramdhan Pomanto. Danny, sapaan karibnya mengaku sudah membaca visi misi pasangan Appi-Rahman.
Namun anehnya, kata Danny, ia tak menemukan kalimat ‘change management’ dalam teks visi misi tersebut. Makanya, duet Fatmawati Rusdi itu mengaku heran dengan pemaparan Appi-Rahman yang tidak sesuai dengan konteks visi misi resminya.

“Saya tidak pernah mendapatkan kata ‘change management’ dalam visi misi (Appi-Rahman) itu. Padahal visi misi adalah sebuah produk hukum,” kata Danny.

“Begitupula kehadiran ruang kota. Saya tidak pernah membaca dalam visi misi Anda. Padahal kunci dari penataan kawasan perkotaan itu adalah keberadaan ruang kota. Jangan sampai masyarakat menganggap Anda tidak serius menjadi wali kota dan wakil wali kota,” tambahnya.

Danny menyebut hal-hal tersebut berpotensi menimbulkan pembohongan publik. Sebab apa yang dipaparkan berpotensi hanya omong kosong belaka.

“Kalau begitu, nanti masyarakat bisa saja menganggap ini semua adalah omong kosong,” tambah Danny.

Selanjutnya, calon wali kota berlatar belakang arsitek itu juga menjawab tudingan Appi. Menyebut banyak kasus korupsi yang dilaporkan saat Danny menjabat sebagai Wali Kota Makassar periode 2014-2019 lalu.

“Perlu diingat bahwa laporan kasus korupsi di Kota Makassar itu banyak terjadi pada 2018. Saat dimana terjadinya upaya penciptaan kolom kosong (di Pilwalkot 2018). Dan itu tidak ada yang terbukti secara hukum. Semua tahu, ini sangat kental secara politis. Mungkin Anda (Appi) juga tahu semua kasus-kasus itu kok,” tutup Danny. (*)

Pemkot Makassar