Paksa JRM Luruskan Jari, Taufan Pawe Dinilai Permalukan Orang Toraja

Semuel Linggi Topayung

Online24, Makale  – Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, John Rende Mangontan
(JRM) ditegur di depan umum oleh Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe
karena dinilai tidak kompak dengan kader lainnya saat sesi foto berlangsung.

Semua kader saat sesi foto kompak mengangkat dua jari. Sedangkan JRM yang juga anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar mengepalkan tangannya.

Namun saat mendapat teguran, JRM nampaknya masih ‘ogah-ogahan’.
Taufan Pawe bahkan mendatangi JRM dan memaksanya angkat dua jari, saat pelaksanaan temu kader Golkar di Tana Toraja, Kamis (3/12/2020) lalu.

Melihat perlakuan ketua Golkar Sulsel itu yang ramai beredar, salah seorang tokoh masyarakat Toraja yang tinggal di Jakarta Dr.Semuel Linggi Topayung, MAP yang juga Ketua Umum Lembaga Pendamping Pembangunan Nasional angkat bicara. Semuel Linggi Topayung sangat menyayangkan dan miris melihat Perwakilan orang Toraja yang terhormat di DPRD Provinsi Sulsel diperlakukan dimuka umum seperti itu, apalagi dihadapan masyarakat Toraja itu sendiri.

“Saya tidak terlibat dalam konteks Pilkada dukung mendukung kandidat siapa. Saya juga tidak kenal dan tidak pernah ketemu pak JRM. Terlepas dari embel embel politik saya bicara, sangat tidak senang dan miris hati saya melihat JRM diberlakukan seperti itu. Pak JRM itu anggota DPRD Sulsel perwakilan aspirasi masyarakat Toraja di DPRD, saya sebagai orang Toraja tidak simpati melihat JRM diperlakukan seperti itu di depan umum,” kata Semuel Linggi Topayung, saat dihubungi Jumat malam (04/12/2020).

Samuel pun menghimbau kepada masyarakat Toraja agar kejadian ini tidak terulang kembali biarpun menyangkut tentang komitmen internal Partai karena dinilai merendahkan budaya, “sirina’ Toraya”.

“Jangan sampai kejadian ini terulang kembali Siapa pun itu, biarpun ketua Partai karna ini adalah budaya siri, harga diri masyarakat Toraja,” tegas semuel.

Samuel mengungkapkan partai politik adalah bagian yang melahirkan sikap keteladanan, namun Taufan Pawe dinilai tidak memiliki sikap tersebut sebagai ketua Golkar Sulsel. “Kelembagaan Parpol itu, bagian yang melahirkan keteladanan dalam politik penting,” ujar Semuel.

Lanjut Semuel mengatakan, Sebagai pemimpin, mestinya Taufan Pawe mampu melakukan komunikasi yang baik dengan kadernya, bicara dari hati ke hati . “Harusnya tidak dilakukan di tempat umum. Sebagai ketua Taufan Pawe harus mampu melakukan komunikasi dari hati ke hati dengan kadernya. Kami sangat menyayangkan sikapnya, ini masalah budaya siri,” tutup Samuel.(*)