Miris! Dibalik Keindahan CPI, Ada Dua Warga Hidup di Bawah Kolom Jembatan

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Keindahan kota Makassar makin dipercantik dengan hadirnya reklamasi pantai pembangunan Center Point Off Indonesia (CPI) yang terletak di ujung jalan Metro Tanjung.

Tapi siapa sangka, dibalik keindahan itu, terdapat dua warga yang nasibnya sangat memprihatinkan. yakni Safruddin Daeng Gassing (52) dan kakek Nuru alias pendos (68), yang hidup di bawah jembatan kokoh CPI. Sungguh sangat miris.

Informasi ini tersebar saat salah seorang warga memposting di media sosisl Facebook.

“Salam berbagi tanpa batas
Keindahan jembatan CPI Makassar, siapa yang kira ada kehidupan di bawah jembatan tersebut..” begitu kalimat pembuka akun @Asdar Nuntung.

Asdar menyebutkan bahwa kedua orang itu adalah seorang nelayan dan korban penggusuran lahan di area jembatan tersebut dan tidak menerima hak sedikit pun.

“Kakek pendos berasal dari Raha, Sulawesi tengara dan sudah lama menetap di Makassar, sedangkan bapak gassing adalah orang asli makassar.” ujarnya.

Mereka berdua dikabarkan memilih menetap di jembatan itu sampai dia mendapat hak yang semestinya.

“mereka kerjanya mencari ikan walau tak pas ketengah laut karena kondisi fisik yang tak memungkinkan, apa lagi Dg. Gassing yang sempat adu fisik dengan para preman dalam mempertahankan haknya. Dg. Gassing sampai mengorbankan tangan kanannya terputus dan harus dipasangi pen di tangannya.” lanjut Asdar.

Perahu jollorok yang selama ini mereka gunakan untuk mencari rejeky.

Dikatakan pula bahwa Dg. Gassing harus tetap melaut untuk menafkahi istri dan anaknya.

“anak saya sudah putus sekolah karena terbentur biaya, sekolah memang gratis, tapi uang jajan tidak gratis.” ujarnya menirukan ucapan Dg. Gassing.

Diakhir postingan itu, Asdar juga meminta uluran tangan para netizen untuk meringankan beban hidup mereka.

Pemkot Makassar