Tuntut Perusahaan Tambang, AMALTIM Turun Aksi Dengan Kekuatan Penuh

dprd-makassar

Online24, Luwu Timur – Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Malili Timur (AMALTIM) akan melakukan aksi secara serentak dengan kekuatan penuh bersama masyarakat lingkar tambang yang berada di 4 Desa pemberdayaan yakni Desa Pongkeru, Desa Harapan, Desa Pasi Pasi, dan Desa Laskap.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum AMALTIM, Mohammad Arif Tella saat ditemui di Warkop Punggawa, Kecamatan Malili, Kamis (21/01/2020) Malam.

“Iya benar, insha Allah kami bersama masyarakat lingkar tambang yang berada di 4 Desa pemberdayaan akan turun secara serentak untuk melakukan aksi unjuk rasa damai terkait beberapa persoalan dan isu sosial yang saat ini terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Arif juga menjelaskan bahwa beberapa tuntutan yang akan dibawa pada saat turun aksi nanti diantaranya adalah persoalan mengenai ketenagakerjaan, serta isu terkait tercemarnya sungai pongkeru yang diduga diakibatkan oleh aktivitas PT. Citra Lampia Mandiri.

“Ada beberapa tuntutan yang akan kami bawa dari AMLTIM, tapi poin penting yang paling utama itu adalah persoalan ketenagakerjaan, pemberdayaan putra lokal untuk posisi strategis di internal perusahaan dan dugaan tercemarnya sungai pongkeru oleh aktivitas PT. CLM,” jelas Arif.

Diketahui, AMALTIM akan melakukan aksi unras di beberapa tempat berbeda selama beberapa hari, sesuai dengan surat pemberitahuan yang diserahkan oleh pengurus pusat AMALTIM ke Polres Luwu Timur, Kamis (21/21) Malam.

Sekretaris Jenderal AMALTIM, Taslim Sente juga mengungkapkan dengan tegas kepada pihak manajemen PT. Citra Lampia Mandiri dan PT. Asia Pacific Mining Resources agar tidak kemudian menjadi alergi terhadap tuntutan masyarakat.

“Kehadiran perusahaan seperti PT. CLM & PT. APMR seharusnya bisa memberi kemakmuran kepada seluruh masyarakat, terkhusus yang berada di wilayah pemberdayaan. Jadi ketika masyarakat ingin menuntut hak serta tanggungjawab dari perusahaan, manajemen tidak usah terlalu alergi dan khawatir,” tegasnya.

Ketua Umum AMALTIM juga menambahkan bahwa pada saat aksi unras dilakukan nanti, kami tetap mewajibkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker pada saat berada di lokasi unjuk rasa, tambahnya.

Pemkot Makassar