YASEN:Demo Ketua RT/ RW di Kota Makassar Tidak Berpengaruh pada Komitmen Walikota

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Belakangan ini marak dibicarakan masalah peremajaan dan penggantian sejumlah Ketua RT/RW di Kota Makassar, sehingga menjadi menjadi sorotan tersendiri bagi Walikota Danny Pomanto.

Akibatnya reaksi keras datang dari sejumlah Ketua RT/RW yang merasa bakal diganti atas adanya kebijakan itu. Tak sedikit ketua RT/RW yang merasa dirinya bakal diganti mengancam melakukan demonstrasi besar-besaran.

Penolakan ini tidak sedikitpun menciutkan nyali Walikota yang memiliki motto Makassar 2 kali tambah baik ini,

Informasi suksesi penggantian Ketua RT/RW yang semakin heboh tersebut juga ditanggapi Ketua LSM YASEN, Dr. Syahruddin Yasen.
Menurut Yasen, bagi pemimpin yang berkarakter kuat seperti Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi, ancaman demo seperti itu tidak memberikan pengaruh buruk bagi kesuksesan roda pemerintahan di bawah Danny Pomanto. Justeru yang akan terjadi adalah arus balik di mana masyarakat yang sudah jenuh dengan kepemimpinan sebagian besar Ketua RT/RW akan berbalik mendukung kebijakan walikota, alasannya menurut YASEN, sebagian besar Ketua RT / RW sudah terlalu lama menjabat.

”Jabatan Ketua RT/RW yang saya amati selama 35 tahun terakhir ini seolah-olah mewariskan karakter feodalisme. Artinya sebagian besar Ketua RT/RW tidak ingin diganti. Mereka ingin berkuasa selamanya. Padahal rata-rata mereka hanya nama, sebagian besar tidak berkinerja baik dalam melayani masyarakat dan membangun ketertiban masyarakat,” tandas Yasen yang juga Ketua Lembaga Pendampingan Hukum LPHAPPD Makassar.

Dengan demikian, lanjut YASEN, wajar jika pemerintah Kota melakukan peremajaan bagi mereka yang sudah terlalu lama menjabat atau yang sama sekali tidak memberi kontribusi bagi kemajuan warga masyarakat di sekitar lingkungan penduduk yang ia pimpin.

Meski harus menghadapi tantangan dari mereka, menurut LSM YASEN, adalah hal yang biasa dalam hal demokrasi.

”Menurut pengamatan kami selama ini, banyak Ketua RT/RW yang sudah tua, ada pula yang sudah meninggal terus diganti begitu saja oleh anak, istri atau keluarga dekat yang sudah almarhum, tanpa melalui mekanisme pemilihan. Padahal banyak warga yang mampu secara ilmu dan waktu untuk menjadi calon Ketua RT/RW, namun setelah adanya insentif dari pemerintah, maka banyak yang ingin menjabat sampai akhir hayat, hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus diganti dengan yang lebih baik,” ujar Yasen.

Olehya itu, semua diminta untuk mendukung kebijakan walikota Danny Pomanto sekiranya melakukan peremajaan dan atau mengganti Ketua RT/ RW dengan mekanisme pemilihan atau penunjukan langsung dari pemerintah di atasnya.

” Marilah bersama mendukung kebijakan tersebut. Dan sebaiknya kita terima dengan legowo. Belum lagi, bila Ketua RT/ RW yang berseberangan Politik dengan tim Pemenangan DP-Fatma saat Pilwakot kemarin, tentu ini menjadi kewajaran dalam memberi balas Budi dalam politik.” Tutup Yasen.

Pemkot Makassar