Dikdas XXIV, Baca Tulis Al-Qur’an Jadi Persyaratan Wajib Bergabung di Mapalasta

Mapalasta Makassar
Tes Baca Tulis Al-Quran (foto dok)
dprd-makassar

Online24, Makassar – Mahasiswa Pecinta Alam Sultan Alauddin (MAPALASTA) Makassar, tahun ini kembali menggelar kegiatan Pendidikan dasar (Dikdas). Pendaftaran kegiatan yang tahun ini merupakan pelaksanaan Dikdas yang ke XXIV, secara resmi dibuka hari ini, Selasa, 29 Juni 2021.

Ketua panitia Dikdas XXIV Mapalasta, Rahmat Kurnia, menjelaskan bahwa pendaftaran akan berlangsung hingga tanggal 25 Juli 2021. “Selain harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti surat izin orang tua wali dan surat keterangan berbadan sehat, para calon anggota juga wajib mengikuti sejumlah tes,” terang Rahmat.

Menurut Rahmat, salah satu tes yang menjadi persyaratan wajib bagi para peserta yakni harus memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an. “Akan ada beberapa rangkaian tes, diantaranya tes BTQ atau Baca Tulis Al-Qur’an,” jelas Rahmat. Anggota Mapalasta angkatan XXII ini menerangkan bahwa persyaratan BTQ ini sejalan dengan salah satu tujuan Mapalasta yakni terbinanya mahasiswa pecinta alam yang akademis, pengabdi, religius dan bertanggungjawab akan kelestarian alam yang diridhoi oleh Allah SWT.

Tes Baca Tulis Al-Quran (foto dok)Rahmat menambahkan, lokasi pengambilan formulir bagi calon peserta yakni di Basecamp Mapalasta, Perum. Griya Abdullah Permai, Blok C9 No.7, Samata, Kabupaten Gowa. Dikdas XXIV yang mengusung tema “Jiwagra Sangkara Madyantara” ini, imbuh Rahmat, merupakan gerbang utama dan awal bagi mahasiswa untuk menjadi anggota Mapalasta. Pendidikan dasar ini akan menjadikan alam sebagai media utama untuk mendidik karakter bagi para calon peserta.

Mapalasta adalah organisasi yang bergerak di dunia kepecintaalaman dan petualangan. Organisasi yang berdiri sejak tahun 1993 ini memiliki 5 divisi, yakni Gunung Hutan (Mountaineering), Panjat Tebing (Rock Climbing), Susur Gua (Caving), Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue) serta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (Environment & Humanity).

Pemkot Makassar