Luwu Utara Gelar Turnamen E-Sports Terbesar di Sulsel, 250 Players Siap Bertanding

Dukcapil Makassar

Online24, Makassar – Turnamen E-Sports Piala Bupati Luwu Utara Se-Sulawesi Selatan resmi dimulai. Lebih dari 250 peserta (players) dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, mulai dari Luwu Timur, Luwu, Palopo, Sidrap, Pangkep, Maros, hingga Makassar, turut ambil bagian dalam turnamen kali ini.

Tiga jenis game mobile yang dipertandingkan, yaitu Players Unknown’s Battleground Mobile (PUBG), Mobile Legends, dan Football 2017 (PS4).

“Ini adalah turnamen E-Sports pertama yang kita gelar dengan skala yang cukup besar di Kabupaten Luwu Utara,” kata Bupati Indah Putri Indriani saat membuka turnamen ini, Sabtu (13/5/2023), di Aula Hotel Bukit Indah, Masamba

Kata Indah, sebelumnya KONI Luwu Utara hanya mengadakan turnamen E-Sports dalam skala kabupaten saja, sehingga dengan digelarnya turnamen ini menjadi kesyukuran tersendiri bagi Pemerintah Daerah Labupaten Luwu Utara.

“Olehnya itu, pemerintah daerah melalui KONI Luwu Utara mendorong dan memberikan support yang besar terhadap olahraga ini,” ucapnya.

E-Sports sendiri merupakan jenis olahraga baru yang banyak diminati kaum milenial. Selain karena dapat dilakukan ketika berbaring, jenis olahraga ini juga tidak menghasilkan keringat sama sekali.

“Tetapi yang bisa kita dapatkan dari elektronik sport ini adalah kemampuan untuk fokus dan kemampuan dalam mengatur strategi. Selain itu, E-Sports ini bisa dilakukan oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun,” terangnya.

Indah berharap, dengan banyaknya turnamen yang digelar, makin mengasah pula kemampuan para players ke depan.

“Untuk semua players, dan terkhusus bagi players Luwu Utara, kita berharap teman-teman bisa berlaga bukan hanya di ajang provinsi, tetapi juga di ajang internasional,” harap Bupati beralias IDP ini.

Tak kalah pentingnya, kata Indah, yaitu manajemen waktu. Ia berpesan agar players yang mengikuti turnamen ini dapat mengatur waktunya dengan baik.

“Menjadi penting dalam olahraga ini untuk me-manage waktu, jangan sampai dalam 24 jam kalian hanya 1 jam yang digunakan untuk makan dan tidur. Tinggal diatur saja dengan lebih terarah, sehingga waktu yang digunakan tetap produktif,” pungkasnya.

Senada Indah, Ketua KONI Luwu Utara, Hamrullah Dhuha Saymar, juga mengatakan bahwa manajemen waktu adalah hal paling penting dalam turnamen ini dan perlu tetap menjadi prioritas tiap players. “Manajemen waktu tetap menjadi prioritas setiap players,” jelasnya.

Sementara Ketua ESI Luwu Utara, Hamka Kamaruddin, berharap turnamen ini dapat menjadi ajang tahunan.

“Kami harap ajang ini bisa menjadi ajang tahunan. Melihat minat dan kemampuan Players yang ada, E-Sports ini berpotensi menjadi cabang olahraga yang besar di Indonesia. Para players kita pun bisa saja mewakili Indonesia di ajang turnamen E-Sports Internasional,” tandasnya.

Pemkot Makassar