IDP Minta Nakes Galakkan Imunisasi Lengkap

Regional5 Views
banner 468x60

Online24, Makassar – Untuk mencegah pelbagai penyakit termasuk terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indiriani mengajak masyarakat khususnya yang memiliki bayi dan balita untuk melakukan imunisasi.

Indah menjelaskan, setidaknya ada delapan penyakit yang dapat dihindari jika imunisasi  Pneumokokus Conjugasi Vaccin (PCV) sejak dini dilakukan hingga lanjutan lengkap di usia sekolah dasar kelas 5 dan 6.

“Jangan takut diimunisasi, agar bayi dan para balita tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Indah saat membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dan Program Antigen baru tingkat puskesmas baru-baru ini di Aula Hotel Bukit Indah Masamba.

Dengan imunisasi secara teratur, lanjut Bupati dua periode itu, maka angka kematian bayi dan ibu dapat diturunkan. Terlebih pemberian imunisasi adalah upaya paling berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

“Imunisasi ini gratis, yang digunakan juga aman dan telah direkomendasikan oleh WHO. Pelayanan ini dapat diakses di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, dan lainnya,” ujar Isteri Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi ini.

Bupati yang karib disapa IDP ini pun berpesan kepada para petugas kesehatan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi.

“Polemik tentang imunisasi di beberapa daerah karena penolakan orang tua untuk melarang anaknya diberikan imunisasi harus dihentikan. Maka dibutuhkan pendekatan kesabaran dan pemahaman petugas dalam menghadapi dan melayani masyarakat,” pesan IDP.

Tidak sampai di situ, IDP bahkan meminta agar dilakukan pertemuan koordinasi lintas sektor, termasuk pelibatan TP PKK hingga ke level Dasawisma.

“Kita butuh kerja kolaborasi, kalau perlu kita fasilitasi untuk mempertemukan kepala sekolah, guru, dan pihak puskesmes untuk mencapai target lanjutan lengkap untuk imunisasi,” pinta IDP.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, Marhani Katma menuturkan, hingga 13 November 2023, ada delapan kecamatan yang cakupan imunisasi dasar lengkap menurut Puskesmas sudah di atas 90 persen.

“Kita terus komitmen agar semua kecamatan bisa 100 persen, pelbagai cara akan kita lakukan termasuk upaya jemput bola jika diperlukan, karena tujuannya jelas agar anak kita sehat dan cerdas,” tuturnya.

Diketahui, Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan  paru-paru sehingga penderitanya mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil hingga bisa berujung pada  kematian. Penyebab dari Pneumonia tersebut, umumnya  paling banyak karena bakteri, virus, dan jamur.

Cara pencegahan paling efektif untuk penyakit ini, selain dengan menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh, juga dengan imunisasi Pneumokokus Conjugasi Vaccin (PCV) secara rutin dan berkelanjutan sesuai standar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *