Catahu 2023, WALHI Sebut ada 3 Masalah Besar Mananti Sulsel di 2024 Hingga Warning ke Joko Widodo

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan, saat menggelar Catatan Akhir Tahun 2023 di Masagena Cafe, Makassar (31/12/23)
Dukcapil Makassar

Online24, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan menggelar, Catatan Akhir tahun 2023 di Masagena Cafe Makassar, Minggu (31/12/23).

Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin. Saat rilis Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2023 mengatakan. Akibat dari krisis iklim ini, aktivis Walhi memprediksi tahun 2024 nanti akan ada 3 masalah besar di Sulsel. Pertama, masalah kemiskinan ekstrem diakibatkan meluasnya kerusakan lingkungan yang semakin masif.

“Kedua, bencana ekologis yang bisa saja ini menelan korban lebih banyak di tahun-tahun sebelumnya. Kita punya data bahwa di DAS (daerah aliran sungai) Walanae sudah rusak parah dan Jokowi tidak pernah perhatikan di Sulsel, mungkin karena suaranya anjlok di Pemilu 2019 jadi tidak ada perhatian untuk pemilihan lingkungan hidup,” kata Amin.

Kemudian ketiga, menurut Amin, hadirnya tipologi masalah baru di kawasan pesisir laut antara lain migrasi iklim. Masyarakat di kawasan pesisir, jelas Amin

Mereka terpaksa pindah ke tempat lain yang lebih aman. “Dan itu mulai nampak sedikit demi sedikit, pulau-pulau kecil Makassar, Pangkep dan Barru sudah mulai pindah ke pulau Nusa Tenggara Timur dan Barat, ke Kalimantan, ke Morowali untuk cari hidup. Dan itulah cara survive masyarakat untuk bisa menghadapi masalah perubahan iklim,” sambungnya.

Lebih Jauh Muhammad Al Amin dalam rilisnya juga, meminta kepada pemerintah pusat untuk berhenti mengintervensi pelaksanaan Pemilu 2024. “Maka kami juga ingin memberikan pesan kepada kepada Jakarta, dari Sulawesi Selatan, kami minta pemerintahan Jokowi untuk berhenti mengintervensi Pemilu 2024,” tegasnya.

“Biarkan pemilih berjalan secara secara secara alami, biar rakyat yang menentukan,” lanjutnya.

Al Amin menjelaskan, permintaan tersebut disampaikan akibat adanya menteri yang diketahui malah terlibat menjadi bagian dari sebuah tim sukses. Hal tersebut diindikasikan sebagai bentuk pemerintahan Jokowi yang mendukung salah satu calon.

 

Pemkot Makassar