Online24,Maros – Memasuki musim penghujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Kepala BPBD Maros Towaddeng mengatakan, pihaknya telah menetapkan status siaga bencana dan menyiagakan posko 24 jam sejak sepekan terakhir.
Sebanyak 30 personel disiapkan setiap hari dengan sistem dua sif untuk memastikan respon cepat jika terjadi bencana.
“Kami sudah memasuki kondisi siaga bencana. Sesuai rilis BMKG, mulai 11 November ini sudah masuk puncak awal musim hujan. Karena itu kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi angin kencang dan pohon tumbang,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang di sejumlah titik, terutama di sepanjang jalur poros Makassar–Maros hingga Maros–Bone.
Selain itu, BPBD juga memetakan wilayah rawan longsor dan banjir. Daerah rawan longsor berada di wilayah pegunungan seperti Camba, Cenrana, dan Mallawa, sementara banjir kerap melanda Maros Baru, Lau, dan Bontoa, khususnya di Dusun Kampala.
“Wilayah pesisir seperti Maros Baru hampir setiap tahun terdampak banjir. Karena itu kami terus melakukan pemantauan rutin dan sosialisasi kepada warga,” tambahnya.
Dari sisi peralatan, BPBD Maros mengaku sudah cukup siap. Saat ini tersedia 8 perahu polyteling dan 2 perahu karet yang siap digunakan untuk evakuasi warga terdampak banjir.
“Untuk ukuran kabupaten, ketersediaan peralatan kita termasuk cukup besar. Namun pengalaman banjir Februari lalu membuat kita sadar perlunya penambahan peralatan, khususnya untuk menjangkau perumahan di area dengan arus deras,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari sistem peringatan dini, BPBD Maros juga mengandalkan tiga alat pendeteksi bencana yang sudah aktif, masing-masing alat dipasang untuk mendeteksi banjir di Sungai Maros (Hulu Pakere), angin kencang di daerah Tanralili, serta gempa bumi yang terpasang di kantor BPBD Maros.
“Semua alat ini terkoneksi dengan BMKG, jika ada peningkatan curah hujan atau potensi bencana, akan langsung mengirimkan sinyal ke kami,” jelasnya.
BPBD Maros pun mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya seperti pohon rapuh, genangan besar, atau tebing rawan longsor. Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI-Polri, telah disiapkan untuk mempercepat respon penanganan bencana.
“Kami siap 24 jam. Masyarakat bisa langsung melapor ke posko siaga bencana BPBD Maros kapan saja,” pungkasnya.















