Presiden Perintahkan Penanganan, TNI Bangun Jembatan Gondola Viral di Maros

banner 468x60

Online24, Maros— Jembatan penghubung antara Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, yang selama ini hanya diakses menggunakan gondola sepanjang 400 meter dan sempat viral di media sosial, akhirnya akan mulai dibangun tahun ini.

 

Pembangunan jembatan tersebut akan dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat melalui sistem kerja bakti.

 

Komandan Kodim 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, mengatakan bahwa proses pembangunan jembatan akan dimulai pada Januari 2026.

 

“Pengerjaannya mulai bulan Januari ini. Nantinya TNI akan dibantu masyarakat sekitar dengan model kerja bakti, sesuai instruksi dari pusat,” ujar Agung kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

 

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Jembatan yang sempat viral, termasuk yang memperlihatkan siswa harus menyeberang sungai menggunakan gondola, menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

 

“Sesuai arahan Presiden, hal-hal yang viral dipantau oleh Sekretaris Kabinet dan diperintahkan untuk segera ditindaklanjuti pembangunannya, termasuk jembatan gondola di Maros ini,” jelasnya.

 

Agung menambahkan, tahapan awal pengerjaan sudah mulai berjalan dengan mendatangkan alat berat serta material konstruksi ke lokasi. Dalam pelaksanaannya, TNI akan dibantu oleh satuan Zeni Daerah Militer (Zidam) Kodam XIV/Hasanuddin.

 

“Zidam ini satuan di bawah Kodam yang menangani bidang zeni, mulai dari perencanaan hingga pengawasan konstruksi. Perannya hampir sama seperti dinas PU di instansi pemerintah,” katanya.

 

Sebelumnya, lokasi jembatan telah ditinjau langsung oleh Kepala Zidam XIV/Hasanuddin, Kolonel Czi Prastiwanto, didampingi Dandim 1422/Maros dan Danramil Tompobulu. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, pembangunan jembatan dipastikan mulai dilaksanakan bulan ini.

 

Agung memperkirakan proses pembangunan jembatan akan memakan waktu sekitar satu bulan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.

 

“Targetnya sekitar satu bulan selesai. Namun tentu akan disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika cuaca kurang bersahabat, kemungkinan bisa sedikit mundur,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPKPP) Kabupaten Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

 

Menurut Alif, sehari setelah rapat tersebut, Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat koordinasi virtual bersama seluruh gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia. Dalam rapat itu, daerah diminta mengusulkan infrastruktur prioritas untuk segera ditangani.

 

“Kabupaten Maros mengusulkan beberapa jembatan gantung, termasuk jembatan di Tompobulu. Jadi bukan TNI mengambil alih, tetapi memang sejak awal penanganannya diarahkan untuk dikerjakan oleh TNI,” tegasnya.

 

Diketahui sebelumnya, gondola yang digunakan warga dan siswa sekolah di Dusun Makmur, Desa Bontomanurung, merupakan fasilitas swadaya yang dibangun pemilik lahan akibat tidak adanya jembatan permanen. Gondola tersebut menjadi satu-satunya akses warga dan pelajar untuk menyeberangi sungai menuju sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *