Ekonomi Global Melambat, Sulsel Tetap Optimistis: Survei BI Jadi Alarm Dini Jaga Stabilitas

Stabilitas Harga

Ekbis, Regional90 Views
banner 468x60

Online24jam, Makassar, — Di tengah gejolak ekonomi global, Bank Indonesia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Hal itu mengemuka dalam kegiatan “Bincang Bareng Media” bertema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas” yang memaparkan hasil survei terkini BI sebagai leading indicator kondisi ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan 3,3% pada 2025 dan melambat menjadi 3,2% pada 2026. Perlambatan dipicu risiko tarif dari Amerika Serikat serta kerentanan rantai pasok global. Meski demikian, ekonomi Amerika Serikat relatif membaik berkat investasi di sektor Artificial Intelligence (AI) dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak. Sementara itu, ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India diproyeksikan melambat pada 2026.

Pasar Keuangan Global: Ketidakpastian Naik, Emas Menguat
Dari sisi pasar keuangan, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) kian terbatas di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Indeks dolar AS melemah terhadap mata uang negara maju, seiring meningkatnya minat pada aset aman (safe haven) seperti emas. Kenaikan tajam harga emas dunia dan domestik menjadi sinyal meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko global.

Ekonomi Nasional Tumbuh Solid, Sektor Riil Menguat
Pada triwulan IV, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39%, sehingga secara tahunan mencapai 5,11%. Pertumbuhan didorong konsumsi rumah tangga, investasi, dan impor, meski konsumsi pemerintah menurun dibanding triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian dan perdagangan menguat, sementara industri dan pertambangan masih menghadapi tekanan.

Sulawesi Berkontribusi Nyata bagi Ekonomi Nasional
Wilayah Sulawesi menyumbang 7,22% terhadap perekonomian nasional. Sulawesi Selatan berkontribusi terbesar di kawasan tersebut (2,39%) dengan pertumbuhan 5,43%, sementara Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan tertinggi di Sulawesi sebesar 8,47%. Secara regional, gabungan Sulawesi–Maluku–Papua mencapai 9,9%, melampaui Kalimantan (8,12%), namun masih di bawah Sumatera (22,22%) dan Jawa (56,9%).

Survei BI: Alarm Dini Pantau Aktivitas Ekonomi dan Harga
Advisor BI Sulsel, Firman Hidayat, menjelaskan survei BI berfungsi sebagai indikator utama untuk memantau denyut ekonomi dan perkembangan harga. Responden mencakup konsumen serta pelaku usaha—mulai dari pedagang eceran, perusahaan umum, hingga properti—sehingga memberi gambaran menyeluruh kondisi lapangan.

Harga di Sulsel Terkendali, Waspada Kenaikan Jelang HBKN
Harga komoditas di Sulawesi Selatan pada Februari diperkirakan masih terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional. Namun, menjelang Ramadan dan Idulfitri, sejumlah komoditas menunjukkan tren naik seperti daging sapi, telur ayam ras, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng. Di sisi lain, harga beras relatif stabil, sementara daging ayam ras, bawang merah, dan gula pasir cenderung turun berkat pasokan yang terjaga.

Konsumen & Dunia Usaha Optimistis
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Sulsel tetap di atas 100—zona optimis—meski sedikit melandai dibanding Desember. Optimisme dirasakan lintas kelompok pendapatan (Rp1–2 juta hingga di atas Rp5 juta), didorong penghasilan yang terjaga dan prospek kerja yang relatif baik. Rasio pengeluaran rumah tangga diproyeksikan meningkat pada triwulan I seiring momen HBKN.
Dari sisi ritel, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 2,6% (yoy) pada Januari 2024. Perlambatan bulanan pasca Natal dan Tahun Baru dinilai sebagai normalisasi permintaan, bukan pelemahan struktural.

Hasil survei BI ini memberi sinyal penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat: menjaga pasokan pangan, memperkuat koordinasi pengendalian inflasi jelang HBKN, serta mendorong produktivitas sektor riil menjadi kunci agar pertumbuhan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *