Perumda Pasar Makassar Ambil Peran dalam Program Gerakan Pangan Murah Pemkot untuk Tekan Inflasi Jelang Lebaran

Pengendalian Inflasi

Regional12 Views
banner 468x60

Online24jam, Makassar, — Pemerintah Kota Makassar menggencarkan Program Gerakan Pangan Murah Kecamatan (GPK) di Laksanakan 9 titik setiap harinya di 9 kecamatan dalam kota makasaar. Kegiatan mulai tgL 11 s/g 9 Maret 2026. Sebagai langkah pengendalian inflasi jelang Idul Fitri. Dalam program ini, Perumda Pasar Makassar turut ambil bagian dengan memantau harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, mengungkapkan bahwa beberapa komoditas pangan di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan serta faktor cuaca.

“Harga telur saat ini naik menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram untuk ukuran sedang. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan masyarakat, terutama untuk kebutuhan pembuatan kue,” ujarnya.

Selain telur, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram akibat pasokan yang terganggu oleh curah hujan, sementara permintaan tetap tinggi. Harga bawang merah juga naik sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan bawang putih relatif stabil.

Di sisi lain, harga daging ayam justru mengalami penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Menurut Ali Gauli, kondisi ini dipengaruhi pergeseran pola konsumsi masyarakat yang saat ini lebih banyak membeli telur. Sementara itu, harga daging sapi masih terpantau aman dan stabil.

Secara umum, sebagian besar bumbu dapur dan komoditas pangan mulai merangkak naik akibat mekanisme pasar serta kondisi cuaca yang mempengaruhi pasokan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Evy Aprialti, menyebutkan Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menekan inflasi yang saat ini tercatat mencapai 5,923 persen.

“Hari ini pasar murah digelar di dua titik, yakni Appasaren dan Mariso. Selanjutnya seluruh mobil inflasi akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan pangan murah agar inflasi bisa kita intervensi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menjual sejumlah bahan pokok dengan harga lebih murah, di antaranya beras Bulog SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, MinyakKita Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Program ini juga bertujuan memutus mata rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Makassar, Dinas Perdagangan, Bulog, serta Perumda Pasar Makassar.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan mencegah adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari meningkatnya kebutuhan masyarakat,” kata Munafri.

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah akan dibuka setiap hari di sembilan titik kelurahan di Kota Makassar hingga menjelang Idul Fitri. Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi agar harga bahan pokok tetap stabil hingga H-1 Lebaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *