UMKM dan Pesantren REWAKO 2026 Resmi Dimulai, Bank Indonesia Sulsel Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

REWAKO 2026

Ekbis, Regional33 Views
banner 468x60

Online24jam,Makassar, – Program UMKM dan Pesantren REWAKO (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) tahun 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi dimulai. Kick off yang digelar di Makassar, Senin (27/4/2026), menjadi penanda komitmen berkelanjutan dalam mendorong penguatan sektor UMKM dan pesantren sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.

Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan usaha secara end-to-end. Tidak hanya sebatas pelatihan, program ini mencakup proses seleksi dan kurasi, pendampingan serta mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Adapun cakupan program meliputi UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, UMKM REWAKO terus mengalami penguatan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Pada tahun 2026, sejumlah inisiatif strategis kembali diperkuat. Di antaranya, sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna memperluas akses pasar ekspor. Selain itu, peningkatan kerja sama dengan ritel modern juga dilakukan agar produk UMKM dapat masuk dalam rantai pasok pasar domestik yang lebih luas.

Tak hanya itu, perluasan program ke sektor syariah melalui Pesantren REWAKO turut menjadi fokus. Langkah ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan keterhubungan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pada tahun ini, masing-masing program UMKM REWAKO—baik umum, petani, maupun ekspor—diikuti oleh 75 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Secara kumulatif, jumlah UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Sulsel sejak program ini berjalan telah mencapai 517 pelaku usaha. Sementara itu, program Pesantren REWAKO akan diikuti oleh 30 pesantren.

Bersamaan dengan kick off tersebut, KPwBI Sulawesi Selatan juga meluncurkan program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti oleh 30 UMKM. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, baik untuk efisiensi operasional, perluasan akses pasar, maupun peningkatan daya saing di era ekonomi digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong kemajuan UMKM dan pesantren. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui sinergi yang kuat, kami berharap UMKM dan pesantren di Sulawesi Selatan dapat menjadi lebih produktif, mandiri, tangguh, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *